Sabtu, 07 Nov 2026 - 15:19 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Culture

Pasar Seni Indarung dan Peci Sukarno Pemberian Syekh Abdul Abbas Padang Japang

Ramadhani
Kamis, 17 Nov 2022 | 15:50 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG,KLIKPOSITIF- Indarung Art Market atau Pasar Seni Indarung akan dimulai pada 17-20 November 2022. Festival seni dan budaya selama tiga hari ini bertempat di bekas Pabrik Indarung I. Sejumlah pertunjukan seni dan budaya dari 7 komunitas akan digelar selama Pasar Seni Indarung. 

 

Aktivis budaya Rieke Diah Pitaloka, akan tampil membacakan orasi budaya pada iven tersebut.  Rieke akan membahas soal pengorbanan orang Minang dalam sejarah Indonesia, serta kaitannya dengan nilai-nilai sejarah yang terkandung di situs-situs sejarah seperti Pabrik Indarung.

 

Baca Juga

Raih 139 Emas, Kota Solok Peringkat Dua Porprov ke-XVI Sumbar

Kamis, 15 Okt 2026 | 10:27 WIB

Koto Gadang, Nagari Tanpa Sumur Bor

Jumat, 9 Okt 2026 | 16:34 WIB

Secara khusus ia akan bicara peci pemberian Syekh Abbas Abdullah pemimpin Darul Funnun El-Abbasiyah, pada sosok yang kemudian menjadi Presiden Indonesia Pertama yaitu Sukarno.  

 

Dalam sejarahnya, Sukarno dan istrinya Inggit Ganarsih pernah berkunjung secara khusus ke pesantren pimpinan Syekh Abbas Abdullah di Padang Japang, Limapuluh Kota itu pada tahun 1942. Saat itu Sukarno baru saja dibebaskan dari tahanan Belanda di Bengkulu. 

 

Ketika itulah Syekh Abdullah memberikan peci hitam pada Sukarno sambil berpesan bahwa jika kelak negara Indonesia berdiri, maka ia haruslah didasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa. 

 

Peci itu dianggap sebagai simbol yang mewakili sumbangsih yang diberikan masyarakat Minangkabau dalam sejarah perjuangan melawan kolonial. Tak hanya sumbangan tenaga, namun juga sumbangan dalam bentuk gagasan. 

 

Pasar Seni Indarung sendiri digagas dan diselenggarakan oleh Indarung Heritage Society. Komunitas ini telah bergerak sejak 2019 lalu untuk mengaktivasi situs-situs sejarah dan  budaya yang selama ini cenderung diabaikan dan menjadi lapuk, salah satunya Bekas Pabrik I Indarung ini. 

 

Menurut Aidil Usman Ketua Indarung Heritage Society, Pasar Seni Indarung dirancang sebagai bagian untuk menghidupkan kembali ingatan bersama mengenai Pabrik Indarung I. 

 

“Tak hanya menghidupinya dengan aktivitas seni dan budaya, Pasar Seni Indarung ingin menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah yang ada di sana,” jelas Aidil.

 

Lebih jauh, Aidil mengatakan bahwa dari bekas Pabrik Indarung I inilah berbagai monumen-monumen besar di berbagai negara mendapatkan pasokan semen. Pabrik Semen Indarung sendiri, tercatat sebagai pabrik semen pertama di Asia Tenggara, dan yang tertua di Indonesia. 

 

Selain itu, Indarung Heritage Society juga berharap dengan dihidupkannya kembali bekas Pabrik I Indarung, berbagai komunitas seni dan budaya yang ada di Sumbar bisa menghidupkan ruang tersebut.

 

“Pabrik Indarung I ini akan menjadi ruang bersama bagi komunitas-komunitas seni yang ada di Sumbar,” lanjut Aidil yang juga dikenal sebagai seniman perupa ini dan bagian dari Cikini Art Stage di Jakarta. 

 

“Jika ruang ini bisa terus hidup,” lanjutnya, “ia bisa jadi juga ruang ekonomi kreatif. Dan yang tak kalah pentingnya, ingatan mengenai pabrik dan sejarahnya akan terus terawat dalam masyarakat kita”. 

 

Terakhir, Aidil mengatakan bahwa upaya aktivasi bekas Pabrik I Indarung ini juga bagian dari dukungan agar situs sejarah tersebut segera mendapat pengakuan sebagai World Heritage.

Tags: FestivalIndarungPadangSeniSumbar

Berita Lainnya

Raih 139 Emas, Kota Solok Peringkat Dua Porprov ke-XVI Sumbar

Kamis, 15 Okt 2026 | 10:27 WIB

Koto Gadang, Nagari Tanpa Sumur Bor

Jumat, 9 Okt 2026 | 16:34 WIB

Ratusan Taekwondoin Ramaikan Porprov XVI Cabor Taekwondo di Kota Beras

Sabtu, 3 Okt 2026 | 17:23 WIB

Wakili Sumbar di Pentas FEMI 2026, Remaja Asal Kota Solok Raih 2 Penghargaan Bergengsi

Selasa, 8 Sep 2026 | 22:09 WIB
Selanjutnya

MTQ Tingkat Dharmasraya Resmi Dibuka, Ini Harapan Ketua DPRD

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara