PESSEL, KLIKPOSITIF– Pasar pusat bisnis di Nagari Carocok Anau, kawasan Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan kian memprihatinkan. Selain berlumut, pasar yang di bangun sejak 2016 itu banyak yang keropos dan rusak akibat tidak terawat.
Selain berlumut dan keropos, sisi lantai bangunan juga tampak memperhatikan. Kondisinya terlihat banyak yang retak, begitupun bagian dinding dan plafonnya, banyak hancur dan berserakan di lantai.
Menurut salah seorang warga setempat, Yosef Asin (36) mengatakan, kondisi itu akibat sudah lama tidak dihuni. Selain, tidak terawat, konstruksi bangunan dinilai tidak berkualitas baik. Hingga, cepat rusak dan hancur.
“Ya sejak dibangun seperti itu, dibiarkan saja. Tidak terawat dan banyak yang sudah rusak,” ungkapnya, Senin 13 Desember 2021.
Seperti diketahui, berdasarkan data website resmi LPSE Kabupaten Pesisir Selatan, pasar di kawasan Mandeh itu dilelang dan dibangun pada 2016. Anggarannya menggunakan APBN senilai Rp6,6 miliar.
Pasar tersebut dibangun dengan tujuan untuk mengenjot ekonomi masyarakat dan mendukung pariwisata. Pasar itu berlokasi agak jauh dari pelabuhan Carocok Tarusan. Direncanakan menjadi pusat bisnis di tengah pengembangan Mandeh.
Melihat kondisi itu,Yosef Asin menginginkan, agar pemerintah segera memanfaatkan bangunan itu. Sebab, selain mencegah kerugian negara, bangunan itu masih bisa dimanfaatkan.
“Kami berharap cepat difungsikan. Nasib Pasar tersebut tidak jelas. Mubazir jika tidak difungsikan. Sekarang saja sudah tidak terurus, bangunannya sudah banyak yang hancur,” terangnya.
Senada, Ari mendesa, Pemkab Pessel untuk serius melanjutkannya. Kerana pembangunan tidak boleh ada kesia-sian dalam penggunaan uang negara.
“Sebab, uang negara itu bersumber dari pajak masyarakat sendiri. Kalau, tidak digunakan tentu kita yang jadi rugi. Jadi Pemda harus serius,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi (Disdagtrans) Pessel, Mimi Riarty Zainul membenarkan kondisi tersebut, dan Pemkab telah menyiapkan langkah untuk memanfaat.
Ia mengatakan, untuk memanfaatkan, Pemkab telah mengalokasikan anggaran senilai Rp200 juta melalui APBD. Uang Rp 200 juta itu akan digunakan untuk renovasi.
“Sudah kami anggarkan melalui dana APBD kabupaten senilai Rp200 juta dan tahun 2022 akan segera difungsikan,” tutupnya.






