Selasa, 29 Sep 2026 - 16:03 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Padang Perkuat Integrasi Layanan Kesehatan Primer, Puskesmas hingga Posyandu Dilibatkan

Muhammad Haikal
Selasa, 29 Sep 2026 | 14:56 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang memperkuat kolaborasi lintas program dan lintas sektor dalam implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) guna memastikan layanan kesehatan masyarakat semakin mudah diakses, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan warga di setiap wilayah.

Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Penguatan Lintas Program/Lintas Sektor dalam Implementasi Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas yang digelar Dinas Kesehatan Kota Padang di ZHM Premiere Hotel Padang, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang, Tarmizi Ismail. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati, para camat se-Kota Padang, pimpinan dan kepala Puskesmas, Ketua Pembina Posyandu Kecamatan, kader Pustu dan kader Posyandu bidang kesehatan, serta organisasi profesi kesehatan di Kota Padang.

Penguatan lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam memantapkan pelaksanaan ILP yang diterapkan pada jejaring pelayanan kesehatan mulai dari Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga Posyandu.

Baca Juga

Dorong Implementasi P5HAM, Wako Padang Fadly Amran Pastikan Hak Warga Jadi Prioritas

Selasa, 29 Sep 2026 | 14:53 WIB

Piala Pangdam XX/TIB Digelar di Padang, Petinju 10 Provinsi dan Malaysia Siap Bertanding

Senin, 28 Sep 2026 | 21:26 WIB

Melalui pendekatan tersebut, pelayanan kesehatan tidak hanya diarahkan untuk menangani masyarakat ketika sudah mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga diperkuat melalui upaya promotif dan preventif dengan melibatkan berbagai unsur di tengah masyarakat.

Tarmizi Ismail mengatakan, keterlibatan lintas sektor menjadi salah satu kunci agar pelayanan kesehatan yang terintegrasi dapat berjalan secara optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kegiatan ini adalah penguatan lintas sektor untuk memberikan pelayanan terintegrasi di Puskesmas, Pustu, dan Posyandu. Kami ingin memperluas serta memperbaiki layanan agar masalah kesehatan masyarakat dapat terselesaikan sesuai visi-misi Pemko Padang dan Kementerian Kesehatan,” ujar Tarmizi.

Menurutnya, keberadaan Puskesmas, Pustu, dan Posyandu memiliki peran penting sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pemahaman masyarakat terhadap jenis dan mekanisme layanan yang tersedia perlu terus diperkuat.

“Masyarakat membutuhkan informasi tentang layanan riil di Puskesmas, Pustu, dan Posyandu. Hari ini kami menguatkan peran seluruh pemangku kepentingan agar pelayanan berbasis siklus hidup dapat berjalan optimal di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menilai, pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah kecamatan, kader, tenaga kesehatan, organisasi profesi hingga unsur masyarakat memiliki peran yang saling berkaitan dalam memastikan setiap kelompok masyarakat memperoleh pelayanan sesuai kebutuhannya.

Dalam implementasi ILP, pelayanan kesehatan diarahkan menggunakan pendekatan siklus hidup. Artinya, kebutuhan kesehatan masyarakat dilihat secara menyeluruh sejak usia bayi, balita, anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia.

Pendekatan tersebut juga menempatkan pelayanan kesehatan primer sebagai pintu masuk utama bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan yang terintegrasi. Dengan demikian, berbagai persoalan kesehatan diharapkan dapat ditemukan lebih awal dan ditangani sesuai kebutuhan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati mengatakan, kegiatan penguatan tersebut dilakukan untuk menyamakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan mengenai konsep dan implementasi ILP.

“Dinas Kesehatan menggelar penguatan layanan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) melalui kolaborasi lintas sektor. Fokus utama kami adalah memastikan seluruh stakeholder memahami makna dan implementasi ILP di tingkat Puskesmas, Pustu, hingga Posyandu,” kata Srikurnia.

Ia menjelaskan, penerapan ILP tidak dapat hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Dibutuhkan dukungan pemerintah di tingkat kecamatan, kader kesehatan, Posyandu, organisasi profesi, serta berbagai unsur lainnya agar sistem yang dibangun dapat berjalan efektif di lapangan.

Karena itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menghimpun masukan dari para kader, pemerintah kecamatan, pengelola fasilitas pelayanan kesehatan, serta organisasi profesi kesehatan.

“Kami menyerap masukan dari kader, pihak kecamatan, dan organisasi profesi untuk memaksimalkan sistem ILP. Layanannya berkonsep siklus hidup, mudah diakses, serta dilengkapi Pemantauan Wilayah Setempat (PWS). Kegiatan ini mendukung Program Unggulan Pemko Padang, yaitu Padang Melayani dan Padang Sigap,” ujarnya.

Salah satu aspek yang ditekankan dalam penerapan ILP adalah Pemantauan Wilayah Setempat atau PWS. Pemantauan tersebut dilakukan oleh kader bersama tenaga kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat secara aktif di masing-masing wilayah.

Dengan PWS, informasi mengenai kondisi kesehatan masyarakat diharapkan tidak hanya diperoleh ketika warga datang ke fasilitas kesehatan. Sebaliknya, kader dan tenaga kesehatan dapat ikut memantau perkembangan kondisi masyarakat di wilayahnya sehingga berbagai persoalan kesehatan dapat diketahui lebih dini.

Peran kader menjadi semakin strategis karena mereka berada dekat dengan masyarakat. Kader Posyandu dan kader Pustu dapat membantu menyampaikan informasi kesehatan, mendorong masyarakat memanfaatkan layanan yang tersedia, sekaligus menjadi bagian dari pemantauan kondisi kesehatan di tingkat komunitas.

Penguatan tersebut juga menjadi penting dalam membangun kesinambungan pelayanan antara Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan Pustu dan Posyandu yang berada lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Dengan sistem yang semakin terintegrasi, masyarakat diharapkan tidak kesulitan memperoleh informasi maupun akses terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan. Pelayanan juga diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan sesuai tahapan dan kebutuhan setiap kelompok umur.

Dinas Kesehatan Kota Padang menilai sinergi antara pemerintah dan masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan primer yang kuat. Karena itu, komunikasi dan koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar kebijakan yang telah disusun dapat diterjemahkan secara baik dalam pelayanan sehari-hari.

Penguatan ILP tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung Program Unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Padang Melayani dan Padang Sigap. Kedua program tersebut membutuhkan dukungan pelayanan publik yang responsif, termasuk pada sektor kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Melalui penguatan lintas program dan lintas sektor, Pemko Padang bersama Dinas Kesehatan berupaya memastikan pelayanan kesehatan tidak berhenti pada keberadaan fasilitas dan tenaga kesehatan, tetapi juga ditopang sistem kerja yang terintegrasi hingga tingkat komunitas.

Kolaborasi antara Puskesmas, Pustu, Posyandu, pemerintah kecamatan, kader, organisasi profesi dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi untuk menghadirkan pelayanan kesehatan primer yang lebih dekat, mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhan warga di setiap wilayah Kota Padang.

Tags: Diskominfo PadangPemko Padang

Berita Lainnya

Dorong Implementasi P5HAM, Wako Padang Fadly Amran Pastikan Hak Warga Jadi Prioritas

Selasa, 29 Sep 2026 | 14:53 WIB

Piala Pangdam XX/TIB Digelar di Padang, Petinju 10 Provinsi dan Malaysia Siap Bertanding

Senin, 28 Sep 2026 | 21:26 WIB

Bela Negara Fun Run 2026 Hadir di Padang, Wako Fadly Amran Dorong Jadi Kalender Pariwisata

Senin, 28 Sep 2026 | 20:31 WIB

53 Kasus Rabies Tercatat di Sumbar hingga September 2026, Pemko Padang Siapkan 1.400 Dosis Vaksin Gratis

Senin, 28 Sep 2026 | 14:44 WIB
Selanjutnya
Cabai Keriting (Klikpositif/Katasumbar)

Cabai Keriting Merah dan Rawit Hijau Naik, Ini Harga Terbarunya di Pasar Raya Padang

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara