PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Kota Hildesheim, Jerman, mempertegas komitmen kemitraan internasional yang telah terjalin selama hampir empat dekade melalui penandatanganan pembaruan Letter of Intent (LoI) dan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama Sister City. Penandatanganan yang berlangsung di Aula Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang Aie Pacah, Rabu (5/8/2026), menjadi tonggak baru bagi kedua kota untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor strategis yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer. Kegiatan tersebut turut disaksikan Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Punjul Setya Nugraha, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Arydi, Asisten Administrasi Umum Corri Saidan, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), delegasi Pemerintah Kota Hildesheim, serta tamu undangan lainnya.
Momentum tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menandai komitmen kedua kota untuk menghadirkan kerja sama yang lebih konkret, adaptif terhadap tantangan global, serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran mengungkapkan bahwa hubungan Sister City antara Kota Padang dan Kota Hildesheim telah terjalin sejak tahun 1988. Selama 38 tahun terakhir, hubungan tersebut terus berkembang atas dasar persahabatan, saling menghormati, dan semangat untuk belajar satu sama lain.
Menurut Fadly, kemitraan internasional pada era saat ini tidak lagi sekadar menjadi simbol hubungan diplomatik antardaerah, tetapi harus mampu melahirkan inovasi, transfer pengetahuan, dan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan perkotaan.
“Penandatanganan LoI dan MoU hari ini bukan sekadar seremoni diplomatik. Ini merupakan penegasan bahwa kerja sama harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Melalui aksi konkret, kita ingin menghadirkan perubahan yang memberikan manfaat bagi kedua kota,” ujar Fadly.
Ia menjelaskan, pembaruan kerja sama tersebut menetapkan dua prioritas utama yang akan menjadi fokus kolaborasi selama lima tahun ke depan.
Prioritas pertama adalah revitalisasi dan restorasi ekologis Sungai Batang Arau. Program ini mencakup peningkatan kualitas air sungai, rehabilitasi kawasan bantaran sungai, hingga pemulihan fungsi ekologisnya agar kembali menjadi ruang hidup yang sehat, produktif, sekaligus memiliki nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Menurut Fadly, upaya tersebut menjadi bagian penting dari komitmen Pemerintah Kota Padang dalam membangun kota yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim, memperbaiki kualitas lingkungan, sekaligus mendukung pengembangan kawasan tepian sungai sebagai ruang publik yang nyaman dan berkelanjutan.
Sementara itu, prioritas kedua diarahkan pada pengembangan ekosistem pariwisata berkelanjutan. Dengan kekayaan alam, budaya, dan tradisi Minangkabau yang dimiliki, Kota Padang dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis kelestarian lingkungan.
Melalui kerja sama tersebut, kedua kota akan mendorong pengembangan pariwisata rendah karbon yang tidak hanya meningkatkan daya tarik destinasi wisata, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat lokal tanpa mengabaikan aspek konservasi lingkungan.
Fadly juga menegaskan bahwa ruang kerja sama tidak berhenti pada dua sektor tersebut. Pemerintah Kota Padang membuka peluang kolaborasi lebih luas di bidang pendidikan melalui program pertukaran pelajar, magang vokasi, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Di sektor kesehatan, kerja sama diarahkan pada peningkatan kompetensi tenaga keperawatan serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarlembaga kesehatan di kedua kota.
“Kami melihat pengalaman Jerman dalam pengelolaan sumber daya air, energi, dan pembangunan kota hijau sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan Kota Padang saat ini. Dukungan GIZ sebagai mitra strategis juga akan memperkuat alih teknologi, pengembangan kapasitas kelembagaan, serta implementasi program-program lingkungan,” kata Fadly.
Sementara itu, Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kota Padang kepada delegasinya. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan kali ini merupakan kunjungan keduanya ke Kota Padang dan menjadi bukti eratnya hubungan persahabatan yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Menurut Ingo, hubungan antarkota akan semakin bermakna apabila diwujudkan melalui program-program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua belah pihak.
“Kami berharap kemitraan yang telah terjalin selama puluhan tahun dapat terus diperkuat melalui berbagai program kerja sama yang konkret dan berkelanjutan,” ujar Ingo.
Ia optimistis pembaruan kerja sama tersebut akan membuka peluang lebih besar bagi pertukaran pengetahuan, pengembangan inovasi, serta kolaborasi di berbagai bidang yang menjadi kebutuhan bersama di masa depan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Punjul Setya Nugraha menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap keberlanjutan kemitraan antara Kota Padang dan Kota Hildesheim.
Menurutnya, kerja sama antarkota seperti ini menjadi salah satu instrumen penting diplomasi daerah yang mampu memperkuat hubungan Indonesia dengan negara mitra melalui kolaborasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia memastikan Kementerian Luar Negeri akan terus mendukung, memfasilitasi, sekaligus mengawal implementasi seluruh program yang telah disepakati agar dapat berjalan secara efektif dan menjadi model kemitraan antarkota antara Indonesia dan Jerman.
“Kerja sama ini diharapkan dapat terus berkembang di berbagai bidang, seperti pembangunan kota, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kebudayaan, maupun sektor-sektor lain yang memberikan manfaat bagi kedua kota,” ujar Punjul.
Melalui pembaruan LoI dan MoU tersebut, Pemerintah Kota Padang berharap hubungan persahabatan yang telah terjalin selama 38 tahun tidak hanya semakin erat, tetapi juga mampu menghasilkan berbagai program kolaboratif yang berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan masyarakat di kedua kota.






