Sabtu, 07 Nov 2026 - 14:26 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Omzet Kuliner Legend Ini Meningkat Selama PEDATI, Naik 30 Persen

Hatta Rizal
Jumat, 30 Des 2022 | 11:25 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF – Salah satu kuliner paling legend di Bukittinggi adalah Pisang Kapik.

Menariknya, jajanan ini juga hadir selama gelaran Pesta Budaya Seni Pameran Dagang dan Industri (PEDATI) ke 12 di Bukittinggi.

Baca Juga

Pengerjaan Trotoar dan Drainase Jalan Soekarno Hatta Bukittinggi Ditargetkan Sesuai Waktu Kontrak

Jumat, 23 Okt 2026 | 19:09 WIB

Puluhan Tokoh Bukittinggi Berkunjung ke Aceh dan Jambi, Ini Harapan Wali Kota

Jumat, 16 Okt 2026 | 19:00 WIB

“Ada kenaikan omzet memang selama PEDATI ini, tentunya kita ucapkan terimakasih kepada Pemko Bukittinggi,” kata Adinda Mulya Septiani (20).

Menurut Dinda, anak dari stand Pisang Kapik Uni Maya, selama kegiatan ini dagangannya cukup laris dibeli wisatawan.

“Terutama bagi pengunjung luar daerah. Kenaikan omzet sekitar 30 persen,” kata dia.

Sebelum adanya PEDATI, Pisang Kapik Uni Maya dijual di dekat Masjid Raya, Pasar Atas.

“Kita tentu berharap kegiatan ini harus terus dilakukan ke depannya,” sambung Dinda.

Pisang Kapik adalah panganan khas dari Bukittinggi. Pisang Kapik merupakan makanan yang berasal dari Pisang Kepok yang kemudian dikepit dengan alat penjepit, sehingga pisang berubah menjadi gepeng.

Pisang yang gepeng tersebut kemudian dipanggang di atas bara api. Pisang Kapik nikmat disajikan di tengah-tengah dinginnya Kota Bukittinggi dengan harga 20 ribu untuk tiga biji.

Ketua Umum PEDATI ke 12, Martias Wanto mengatakan, nilai transaksi harian seluruh sektor UMKM di PEDATI mencapai rataan Rp 1 hingga 1,5 miliar per harinya.

(*)

Tags: PEDATI BukittinggiPemko BukittinggiPisang KapikSejarah PEDATI

Berita Lainnya

Pengerjaan Trotoar dan Drainase Jalan Soekarno Hatta Bukittinggi Ditargetkan Sesuai Waktu Kontrak

Jumat, 23 Okt 2026 | 19:09 WIB

Puluhan Tokoh Bukittinggi Berkunjung ke Aceh dan Jambi, Ini Harapan Wali Kota

Jumat, 16 Okt 2026 | 19:00 WIB

Porprov Sumbar 2026 Berakhir, Bukittinggi Raih 223 Medali

Rabu, 14 Okt 2026 | 21:09 WIB

Hasil Sementara Porprov Sumbar 2026, Atlet Bukittinggi Raih 39 Medali Emas

Jumat, 9 Okt 2026 | 21:54 WIB
Selanjutnya

Pimpin PLN Sebagai Pilar Transisi Energi Nasional, Darmawan Prasodjo Dianugerahi Green Leadership Utama dari Pemerintah RI

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara