PADANG, KLIKPOSITIF – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar, Roni Nazra mengatakan, jumlah SID (Single Investor Identification) asal Sumbar dalam transaksi pasar modal pada Maret 2025 terus tumbuh. Total SID pada Maret 2025 berjumlah 200.741 investor atau tumbuh sebesar 12,71 persen dari tahun ke tahun (yoy).
“Jumlah investor pada pasar modal di Sumatera Barat (Sumbar) bertambah.Namun peningkatan tersebut tidak berbanding lurus dengan nilai transaksi yang dibukukan,” katanya di Padang, Kamis, 22 Mei 2025.
Ia mengatakan, pertumbuhan SID belum berbuah peningkatan nilai transaksi secara signifikan. OJK membukukan, nilai transaksi pasar modal di Sumbar pada Maret 2025 mencapai Rp3,14 triliun atau tumbuh 38,99 persen dibanding Maret 2024 sebesar Rp2,26 triliun.
Namun secara umum dari tahun ke tahun, nilai transaksi pasar modal relatif menurun. Sebab pada Desember 2022 pernah mencapai Rp16,30 triliun. Lalu turun pada Desember 2023 sebesar Rp12,69 dan merosot Rp10,93 triliun pada Desember 2024.
Menurutnya, kebanyakan SID baru di pasar modal merupakan anak-anak muda yang masih duduk di bangku kuliah.
βJumlah SID bertambah artinya literasi masyarakat terhadap pasar modal sudah baik. Akan tetapi secara transaksi ada anomali, justru cenderung turun. Ternyata investor baru di pasar modal ini tergolong investor ritel atau perorangan. Mereka mungkin mahasiswa. Belum investor besar seperti pengusaha atau orang kaya lama yang punya pengetahuan mendalam tentang pasar modal,β jelasnya.
Roni Nazra merinci, SID pada Maret 2025 yakni SID saham 97.193 investor atau tumbuh 21,01 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy). SID Reksa Dana 189.799 investor atau tumbuh 12,65 persen (yoy). SID Surat Berharga Negara sebanyak 8.379 investor atau tumbuh 13,18 persen (yoy), dan jumlah SID Efek Beragunan Aset (EBA) adalah 3 investor.






