KLIKPOSITIF – Mercel Radhival atau yang populer dengan nama Pesulap Merah meminta dunia perdukunan di Indonesia dihentikan.
“Untuk perdukunan, lebih baik distop. Stoplah membodoh-bodohi masyarakat Indonesia,” ujar Pesulap Merah di channel Youtube Crazy Nikmir Real yang tayang pada Jumat 5 Agustus 2022.
Tak hanya aksi perdukunan, tapi ia juga menyarankan kepada pembuat konten perdukunan juga menghentikan membuat konten perdukunan, walaupun itu sifatnya hanya hiburan.
Pesulap Merah merasa kasihan dengan masyarakat Indonesia, yang jadi salah mempercaya sesuatu akibat aksi dukun.
“Yang harusnya gak ada jadi dipercaya ada, bahkan digerus duitnya ketika sakit. Itu parah,” ujarnya.
Ia menyarankan, lebih baik percaya ke agama masing-masing dari pada percaya kepada perdukunan.
“Hal yang ghaib diyakini ghaib, hal yang tidak ghaib jangan diyakini ghaib,” pesannya.
Pesulap Merah mengaku, kakeknya merupakan seorang paranormal yang mengobati orang yang terkena santet racun.
Ia mengaku juga pernah belajar perdukunan real, sehingga membuat kesimpulan jika tidak ada satupun ilmu ghaib.
Santet Menurut Pandangan Pesulap Merah
Menurut Pesulap Merah, santet berbeda dengan sihir. Menurutnya, ada dua metode dalam santet, yakni ancaman dan racun.
Ancaman ini adalah aksi yang seolah-olah mengancam korbannya dengan melalui berbagai cara, seperti bola api terbang.
“Buat efek api terbang, pakai koran, dilinting bulat begitu, tengahnya bolong di bakar dari atas. terbang dia,” ulasnya.
Ia mengungkapkan jika itu hanyalah trik yang sifatnya hanya mengancam si korban.
Selain itu, juga ada ancaman melalui hewan. Dukun membeli hewan-hewan seperti kalajengking, ular dan sebagainya.
Kemudian melalui orang bayaran, hewan itu ditaruh di sekitar rumah si korban.
“Orang yang percaya santet, akan terkena gangguan psikologis yang disebut paranoid, jadi ketakutan berlebih,” ujarnya.
Kemudian yang kedua menurutnya adalah santet racun yang bisa membunuh tanpa menyentuh.
Pesulap Merah menyebut ini tidak akan terdeteksi secara medis. Bahannya ada yang terbuat dari hewan, serta dari benda yang diparut jadi serbuk.
“Kalau masuk minum, nyangkut di tenggrokan, gejalanya muntah darah. Tiga sampai 7 hari meninggal. Bahaya kalau (rahasia pembuatannya) tahu semua orang,” jelasnya.





