Sabtu, 07 Nov 2026 - 09:35 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Art Musik

Mengintip Proses Pembuatan Saluang di Solok

Bambu tua bisa disulap menjadi berbagai alat musik khas minang Kabau seperti Saluang, Bansi dan Pupuik Sarunai

Syafriadi
Kamis, 6 Apr 2017 | 15:52 WIB
saluang

Junaidi Rajo Biso Mencoba Saluang Buatannya Sendiri (KLIKPOSITIF/Syafriadi)

Share on FacebookShare on Twitter

SOLOK, KLIKPOSITIF — Bambu tipis atau yang lebih dikenal dengan nama ‘Talang’ di Kabupaten Solok, selain bisa dimanfaatkan sebagai media masakan khas Minangkabau seperti Lamang, Bambu juga bisa diolah menjadi berbagai alat musik.

Ditangan Junaidi Rajo Biso (47) warga Jorong Batu Sangka Nagari Dilam Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok, Bambu tua bisa disulap menjadi berbagai alat musik khas minang Kabau seperti Saluang, Bansi dan Pupuik Sarunai.

Untuk bisa sampai di rumah Bapak tiga anak ini, perlu usaha lebih. Sebab Nagari Dilam terletak cukup jauh dari pusat Kabupaten Solok.

Butuh waktu lebih kurang 1,5 jam untuk bisa sampai di lokasi itu. Jalanan mengular dengan tanjakan tinggi menyambut kedatangan kita di Nagari Dilam yang persis di ujung Kecamatan Bukit Sundi tersebut.

Saat ditemui, Junaidi tampak tengah sibuk bekerja di teras rumahnya. Puluhan bambu yang baru dipotong berjejar di atas meja untuk disulap menjadi Saluang.

Membuat Saluang

Bermodalkan sebuah pisau skinner dan amplas, dengan telaten Junaidi mulai memotong bambu dengan rapi.

Di satu sisi bagian bambu yang lebih besar dibuat miring kearah dalam dan sisi ujung yang lebih kecil diameternya potong rata.

Usai dipotong, dengan menggunakan ujung pisau Junaidi mulai membuat lobang nada. Agar nadanya pas, lubang paling ujung berjarak satu kali diameter bambu.

Tak cukup sampai disitu, usai kelima lobangnya siap dibuat dengan pisau, lalu dibersihkan dengan kayu khusus yang juga terbuat dari bambu, seraya dibersihkan juga dengan amplas yang digulung dan dimasukkan dalam lobang.

Tiupan saluang yang baru dibuat junaidi sekitar 15 menit tersebut sungguh sangat merdu sekali, selain pandai membuat alat musik, lulusan ASKI atau ISI padang Panjang tahun tahun 1994 ini juga mahir memainkan berbagai alat musik, termasuk Saluang, Bansi hingga pupuik sarunai.

“Biasanya satu Saluang bisa siap sekitar lebih kurang 30 hingga 45 menit, tergantung dari motif ukirannya” katanya.

Usai disesuaikan nadanya, sebut Junaidi, saluang akan diamplas sehingga lebih mulus. Setelah itu barulah dilakukan pembuatan motif ukiran.

Uniknya, Junaidi tidak membuat motif dengan alat seperti solder melainkan menggunakan bara tempurung kelapa yang dibakar.

Motif yang dibuat beragam, mulai dari motif rumah gadang minang Kabau, Saik Wajik dan motif lainnya.

Karena sudah terbiasa, Junaidi tak perlu lagi membuat polanya terlebih dahulu namun langsung dibuat jadi.

Membuat Saluang Semenjak Tahun 90-an

Dalam rumah bagian depan yang dulunya bekas warung, berjejer rapi dalam etalase kaca puluhan Saluang, Bansi dan pupuik sarunai yang telah jadi.

Di sampingnya juga ada 2 buah talempong Bambu yang dibuat sendiri oleh Junaidi. Sungguh multi talenta.

Menurut Junaidi, ia sudah menekuni profesi pembuat alat musik tersebut sejak tahun 90’an silam. Awalnya ia belajar dari kakak kandungnya.

“Biasanya dalam satu hari saya bisa membuat sekitar 20 hingga 30 alat musik sehari,” bebernya.

Baca Juga

Element Hadirkan ‘Asa yang Sirna’, Tandai Babak Baru Setelah Hampir 28 Tahun Berkarya

Selasa, 29 Sep 2026 | 16:24 WIB

Bidikan Lensa dan Alunan Nada Wiki Wido, ASN Diskominfo Kota Padang Rilis Single Kedua

Senin, 27 Jul 2026 | 11:00 WIB

Semua alat musik yang dihasilkan Junaidi dibandrol dengan harga 100 ribu rupiah baik saluang, Bansi hingga pupuik sarunai.

Ketekunan Junaidi menggeluti usahanya dalam mempromosikan musik seni tradisi minang kabau ini patut diacungi jempol. Bahkan ia juga pernah melanglang buana ke Negri Jiran.

Untuk bahan pembuat alat musiknya, Junaidi memperolehnya dari lingkungan sekitar. Kepandaiannya membuat alat musik tersebut dijadikannya sebagai mata pencaharian sampingan.

“Lumayanlah untuk tambahan uang, Kalau laku disyukuri. Kalau ndak ya nggak apa-apa,” jelas Junaidi.

Junaidi juga kerap mengisi berbagai acara atau kegiatan tradisi mulai dar pesta pernikahan, Alek Nagari dan lain sebagainya dengan bayaran seadanya.

Ia berharap ada perhatian dari pemerintah setempat untuk memajukan dan mengembangkan seni tradisi yang sudah ia kembangkan sejak puluhan tahun silam.

“Saya punya mimpi, Nagari Dilam bisa menjadi salah satu pusat wisata seni tradisi dan budaya di Kabupaten Solok,” tuturnya.

Tags: MusikSaluangSolok

Berita Lainnya

Element Hadirkan ‘Asa yang Sirna’, Tandai Babak Baru Setelah Hampir 28 Tahun Berkarya

Selasa, 29 Sep 2026 | 16:24 WIB

Bidikan Lensa dan Alunan Nada Wiki Wido, ASN Diskominfo Kota Padang Rilis Single Kedua

Senin, 27 Jul 2026 | 11:00 WIB
Nagari Pianggu masuk 10 besar Desa BRILian, satu-satunya wakil dari Sumatera Barat

Pianggu Desa BRILian, Menuju Desa Digital

Minggu, 14 Jun 2026 | 18:11 WIB

Program TJSL BRI: Bangun Fasilitas Berwudu dan MCK Masjid

Jumat, 5 Jun 2026 | 07:13 WIB
Selanjutnya
Makanan yang tingi kadar gula tidak sehat untuk tubuh.

Gula Pengaruhi Penyerapan Nutrisi oleh Tubuh

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara