Kamis, 03 Sep 2026 - 19:38 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Art

Mengenalkan Pendidikan Karakter Ala Silek Pada Genarasi Hari Ini

Ramadhani
Sabtu, 7 Mei 2022 | 13:16 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF- Selama ini Silek mungkin lebih dikenal sebatas sebagai ilmu beladiri. Padahal Silek memiliki potensi lebih luas. Silek tidak hanya bicara soal mempertahankan diri atau menyerang lawan di gelanggang namun juga soal pendidikan karakter. Hal inilah yang mau digali lebih dalam lewat Musyawarah Tuo Silek.

Dalam iven yang akan dilangsungkan di Balai Kaliki, Kanagarian Koto Nan Gadang, Payakumbuh 20-22 Mei 2022, akan digali dan diangkat kembali Silek sebagai bagian dari model pendidikan klasik Minangkabau.

Konsep seperti ‘balabeh’ yang merupakan konsep pembangunan karakter dibakal dikenalkan pada generasi hari ini. Begitu juga dengan mamangan seperti kato bakieh rundiang bapamisa yang sejatinya merupakan konsep pembangunan kecerdasan. Silek juga akan dikenalkan sebagai suatu landasan pengetahuan lengkap dengan pengenalan tujuh tokoh utama yang mengajarkan karakter silat.

Menurut Zuari Abdullah, salah satu fasilitator Musyarawarah Tuo Silek, pendidikan karakter ala Silek penting untuk dikenalkan pada generasi hari ini karena ia sejatinya adalah tumpuan serta landasan yang kokoh yang bisa digunakan generasi hari ini untuk menghadapi berbagai tantangan kekinian.

Praktisi dan peneliti Silek itu juga mengatakan bahwa pendidikan karakter ala Silek merupakan kearifan lokal yang telah ada jauh sebelum diperkenalkannya pendidikan karakter ala Barat yang sekuler lewat sekolah-sekolah modern. Ia melihat pada Silek (dan Surau di masa lalu) telah  terdapat semacam pola pendidikan klasik. Dan pola tersebut masih relevan hingga saat ini.

“Kita bisa melihatnya dalam berbagai ungkapan, mamangan, atau pada nilai-nilai filososif Silek tradisi itu sendiri”, ungkap sosok yang kerap disapa Buya Zuari itu.

Karena itu, menurutnya lagi, sudah sepantasnya nilai-nilai tersebut digali kembali dan diperkenalkan pada generasi hari ini, sesuai dengan amanat serta semangat Undang-undang Pemajuan Kebudayaan 2017.

Di samping itu, penulis buku Menyingkap Rahasia Keunikan Silek Minang itu mengatakan dalam Musyawarah Tuo Silek yang akan diadakan oleh Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat itu, akan dirumuskan juga strategi untuk mengemas pola-pola pendidikan klasik tersebut agar sesuai dengan perkembangan zaman.

“Untuk mewujudkan upaya pengenalan pendidikan karakter ala Silek ini, dibutuhkan kerjasama semua pihak. Mulai dari masyarakat pada umumny, pemerintah, lembaga-lembaga seperti LKAAM, serta institusi pendidikan termasuk kampus”, tambah Zuari.

Para akademisi di kampus-kampus, misalnya, kata Zuari, bisa memproduksi tulisan-tulisan ilmiah terkait pendidikan karakter ala Silek ini.

Lebih jauh, Zuari berharap melalui Musyawarah Tuo Silek ini Silek sebagai way of life, sebagai pandangan hidup, yang di dalamnya tercakup pendidikan karakter, dapat ditemukan cara agar ia terintegrasi dengan kurikulum pendidikan.

Baca Juga

Festival Silek Tradisional Minangkabau Digelar di SMAN 1 Canduang Agam

Kamis, 27 Agu 2026 | 21:52 WIB

IHR Merdeka Cup 2026 di Payakumbuh, Perpaduan Pacuan Tradisional dan Moderen

Minggu, 23 Agu 2026 | 23:22 WIB

Selain mencoba menggali dan mengangkat kembali Silek sebagai media pendidikan, Musyawarah Tuo Silek juga akan merumuskan kaitan antara Silek dengan bidang kehidupan lain seperti pertanian, ekonomi, kehutanan, politik, dan seterusnya. Silek yang merupakan way of life, mesti dilihat dalam cakupan yang lebih luas.

Sistem pengetahuan yang terkandung dalam konsep-konsep pada Silek seperti langkah tigo, langkah ampek, langkah sambilan, atau sajangka duo jari, sejatinya bisa diaplikasikan dalam berbagai bidang kehidupan yang lebih luas.

Tags: BudayaMinangkabauPayakumbuhSilatSilek

Berita Lainnya

Festival Silek Tradisional Minangkabau Digelar di SMAN 1 Canduang Agam

Kamis, 27 Agu 2026 | 21:52 WIB

IHR Merdeka Cup 2026 di Payakumbuh, Perpaduan Pacuan Tradisional dan Moderen

Minggu, 23 Agu 2026 | 23:22 WIB

Dinas Ketahanan Pangan Payakumbuh Cek Kualitas Beras Bantuan Pangan di Gudang Tanjung Pati

Kamis, 13 Agu 2026 | 11:00 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai di Payakumbuh

Selasa, 23 Jun 2026 | 19:00 WIB
Selanjutnya
pskb bukittinggi

PSKB Bukittinggi Kalahkan Persepak Payakumbuh 2-1

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara