Rabu, 09 Sep 2026 - 15:32 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi Bisnis

Menentukan Jarak dalam Satuan Meter Melalui Pandangan Mata

Fitria Marlina
Senin, 10 Feb 2025 | 16:58 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Kemampuan menilai jarak benda dari pengamat melibatkan banyak indera, termasuk penglihatan, dan proprioception (perasaan tubuh terhadap posisi dan gerakannya sendiri).

Otak menggunakan sedikit perbedaan gambar yang diterima masing-masing mata untuk menentukan jarak jauhnya suatu benda.

Karena berdasarkan kemampuan maka hasilnya tidak akan mungkin bisa seragam antara satu orang dengan lainnya.

Solusinya adalah menentukan jarak dengan menghitung angka seperti mengikuti satuan waktu detik.

Sudah bisa dipastikan semua orang sanggup menghitung angka 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) serupa perhitungan satuan detik di stopwatch.

Rumus 3 atau 4 detik ini berlaku diberbagai kecepatan kendaraan.

Jika (t) adalah waktu, jarak adalah (S), kecepatan adalah (v), Maka rumus menemukan jarak dari kecepatan dan waktu yang telah diketahui adalah S=v x t.
Maka dengan formula diatas dapat diketahui jaraknya disetiap kecepatan adalah sebagai berikut:

Baca Juga

17 Tahun Cetak Agen Perubahan, AHM Kalibrasi Kompetensi Instruktur Safety Riding Terbaik se-Indonesia

Kamis, 13 Agu 2026 | 09:48 WIB

Peringati Hari Anak Nasional, PT Menara Agung dan Polresta Padang Tanamkan Budaya #Cari_Aman Sejak Usia Dini

Jumat, 31 Jul 2026 | 15:15 WIB

kecepatan V = 30 kilometer per jam dan waktu T = 3 Detik, Jarak 25 Meter
Kecepatan V = 30 kilometer per jam dan waktu T = 4 Detik, Jarak 33.33 Meter
kecepatan V = 40 kilometer per jam dan waktu T = 3 Detik, Jarak 33.33 Meter
Kecepatan V = 40 kilometer per jam dan waktu T = 4 Detik, Jarak 44.44 Meter

Hasil perhitungan diatas menggunakan Rumus untuk 3 – 4 detik terbukti sangat aman masuk dalam jangkauan jarak minimal dan Jarak Aman antar kendaraan sesuai dengan sosialisasi tabel jarak aman dan jarak minimal kendaraan di halaman Facebook Kementerian Perhubungan RI.
Perlu diketahui bahwa setiap kali berkendara, bikers akan selalu mengalami tahapan yang berulang disetiap perjalanan yaitu waktu reaksi dan waktu manuver.

Keduanya pasti memiliki atau membutuhkan waktu dan jarak. Reaksi terdiri dari tahapan mata melihat kejadian dari situasi dan kondisi, kemudian informasi dirubah menjadi sinyal yang akan dikirimkan serta diproses area otak yang tepat untuk diintergrasikan semua informasi dan menganalisis dilanjutkan ke bagian otak depan (Prefrontal Cortex) yang berperan dalam pengambilan keputusan dan perencanaan.

Otak memutuskan tindakan apa yang paling tepat untuk diambil dalam situasi tersebut.
Keputusan dari korteks prefrontal dikirim ke lobus frontal otak yaitu area ini bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengontrol gerakan tubuh.

Dalam bentuk sinyal kemudian dikirimkan melalui sumsum tulang belakang diteruskan ke otot melalui saraf motorik.

Saraf motorik memicu kontraksi otot, menghasilkan gerakan tubuh yang terlihat.
Durasi untuk menyelesaikan waktu reaksi untuk usia dewasa membutuhkan waktu paling cepat adalah 1 detik, jika dimasukan kedalam formula diatas dengan kecepatan 40 Km/jam maka 1 detik kendaraan akan berjalan sejauh 11,11 meter.

Sehingga jika menggunakan rumus 3 detik maka kita memiliki sisa jarak untuk mengerem sampai berhenti sempurna adalah 22,22 meter.

Jarak pengereman yang tercatat dengan kondisi tidak siap untuk manuver mengerem terpendek adalah 10,1 meter, terukur dari mulai pengereman hingga berhenti sempurna tanpa terjatuh.

“Waktu reaksi bervariasi tergantung oleh kompleksitas kejadian, tingkat kesigapan, kondisi mental dan fisik seperti kelelahan, stress, pengaruh obat,” kata Benarivo Supervisor Instruktur Safety Riding.

Ia mengatakan, waktu manuver juga bervariasi dipengaruhi oleh kondisi permukaan jalan, kondisi kendaraan dan lingkungan, berdampaknya akan makin lama dan makin jauh.

Tags: Hayati Honda SumbarSafety Riding

Berita Lainnya

17 Tahun Cetak Agen Perubahan, AHM Kalibrasi Kompetensi Instruktur Safety Riding Terbaik se-Indonesia

Kamis, 13 Agu 2026 | 09:48 WIB

Peringati Hari Anak Nasional, PT Menara Agung dan Polresta Padang Tanamkan Budaya #Cari_Aman Sejak Usia Dini

Jumat, 31 Jul 2026 | 15:15 WIB

Honda Menara Agung Tetapkan Tiga Wakil Terbaik untuk Astra Honda Safety Riding Instructor Competition 2026

Jumat, 24 Jul 2026 | 15:59 WIB

Honda Hayati Edukasi 60 Pelajar SMK Pembina Bangsa Bukittinggi, Budayakan Keselamatan Berkendara Sejak Dini

Kamis, 23 Jul 2026 | 20:40 WIB
Selanjutnya

Faber Castell Gelar Lomba Creative Family Award 2025

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara