Rabu, 09 Sep 2026 - 04:56 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Melewatkan Sarapan Bisa Meningkatkan Risiko Sindrom Metabolik

Fitria Marlina
Senin, 13 Jul 2026 | 06:35 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Sarapan kerap disebut sebagai waktu makan terpenting dalam sehari. Namun, bagi sebagian orang, melewatkan sarapan sudah menjadi kebiasaan. Jika Anda termasuk di antaranya, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan kembali rutinitas pagi tersebut.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada 3 Oktober 2025 dalam jurnal Nutrients menemukan, adanya keterkaitan antara kebiasaan tidak sarapan dengan meningkatnya risiko sindrom metabolik.

Baca Juga

Bagaimana Cara Menikmati Buah Naga nan Kaya Antioksidan Ini?

Selasa, 8 Sep 2026 | 09:03 WIB

Buah Apa yang Gulanya Tertinggi dan Terendah?

Selasa, 8 Sep 2026 | 08:32 WIB

Di Amerika Serikat, sekitar satu dari tiga orang dewasa diketahui mengalami sindrom metabolik. Kondisi ini ditandai dengan keberadaan setidaknya tiga dari lima gangguan kesehatan berikut: tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, obesitas sentral (penumpukan lemak di area perut), kadar trigliserida tinggi, serta kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah.

Penelitian tersebut merupakan analisis gabungan dari sembilan studi yang melibatkan total 118.385 peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang rutin melewatkan sarapan memiliki risiko sindrom metabolik 10 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang sarapan. Tidak hanya itu, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko pada masing-masing komponen sindrom metabolik.

Meski bersifat observasional, sehingga belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Temuan ini tetap memberi sinyal peringatan penting. Melewatkan sarapan diduga berpotensi berkontribusi terhadap gangguan metabolisme tubuh dalam jangka panjang.

Dilansir dari laman health.harvard.edu, membiasakan diri mengonsumsi sarapan bergizi secara rutin diketahui memiliki banyak manfaat, salah satunya membantu metabolisme tubuh bekerja lebih optimal sepanjang hari.

Tags: HealthSarapan

Berita Lainnya

Bagaimana Cara Menikmati Buah Naga nan Kaya Antioksidan Ini?

Selasa, 8 Sep 2026 | 09:03 WIB

Buah Apa yang Gulanya Tertinggi dan Terendah?

Selasa, 8 Sep 2026 | 08:32 WIB

Lima Buah yang Jarang Dikonsumsi Banyak Orang

Selasa, 8 Sep 2026 | 08:00 WIB

Anda Suka Konsumsi Apel? Ini Manfaatnya bagi Tubuh

Selasa, 8 Sep 2026 | 07:29 WIB
Selanjutnya

Mitos atau Fakta Jus bayam Menyebabkan Batu Ginjal?

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara