KLIKPOSITIF – Matcha, bubuk teh hijau berwarna hijau cerah yang berasal dari daun tanaman Camellia sinensis, semakin populer sebagai minuman sehat maupun bahan tambahan dalam berbagai makanan. Selain memiliki cita rasa yang khas, matcha juga dikenal kaya akan antioksidan dan senyawa alami yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan.
Matcha umumnya diproduksi di Jepang dan Tiongkok. Berbeda dengan teh hijau biasa, tanaman matcha ditanam di bawah naungan sebelum dipanen. Proses ini meningkatkan kandungan fitokimia, antioksidan, serta senyawa bermanfaat lainnya sehingga menghasilkan warna hijau yang lebih pekat dan rasa yang lebih lembut.
Kandungan Kafein Lebih Tinggi dari Teh Hijau
Meski termasuk teh hijau, matcha memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa, namun masih lebih rendah dibandingkan kopi. Dalam satu cangkir berukuran 8 ons, teh hijau mengandung sekitar 23–49 miligram kafein, matcha 38–89 miligram, sedangkan kopi mencapai 100–120 miligram. Karena itu, konsumsi matcha pada sore atau malam hari sebaiknya dibatasi bagi orang yang sensitif terhadap kafein.
Berpotensi Mendukung Kesehatan
Matcha mengandung berbagai senyawa aktif seperti katekin, polifenol, klorofil, quercetin, rutin, dan asam amino L-theanine. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kandungan tersebut memiliki potensi manfaat bagi tubuh.
Sebuah meta-analisis yang dipublikasikan dalam European Journal of Nutrition menemukan bahwa katekin dalam teh hijau dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol LDL atau “kolesterol jahat”. Sementara itu, rutin juga diketahui berkontribusi terhadap efek tersebut.
Selain itu, polifenol memiliki sifat antiinflamasi, sedangkan L-theanine dikaitkan dengan peningkatan konsentrasi dan kewaspadaan. Kandungan antioksidan dan polifenol dalam matcha juga diduga dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin.
Namun demikian, para ahli menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut, khususnya pada manusia, masih diperlukan untuk memastikan manfaat matcha terhadap kesehatan jantung, fungsi kognitif, maupun manfaat kesehatan lainnya.
Antioksidan Dapat Berkurang Akibat Panas
Meski kaya antioksidan, para peneliti mengingatkan bahwa senyawa tersebut cukup sensitif terhadap panas. Karena matcha umumnya diseduh menggunakan air panas atau digunakan sebagai bahan dalam makanan yang dipanggang, sebagian kandungan antioksidannya berpotensi mengalami penurunan.
Beragam Cara Menikmati Matcha
Selain diseduh menjadi teh, matcha juga dapat diolah menjadi berbagai hidangan. Bubuk matcha dapat dicampurkan ke dalam latte, smoothie buah, saus salad, oatmeal, yogurt, hingga ditaburkan di atas popcorn. Matcha juga sering digunakan sebagai bahan dalam pembuatan kue seperti cookies, brownies, dan cupcakes, memberikan warna hijau alami sekaligus cita rasa yang khas.
Dengan kandungan nutrisi dan senyawa bioaktifnya, matcha menjadi salah satu pilihan minuman yang menarik untuk dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat. Meski demikian, konsumsi tetap perlu dilakukan secara bijak dan tidak menggantikan pola hidup sehat secara keseluruhan.






