PADANG, KLIKPOSITIF – Keselamatan dalam menggunakan listrik tidak hanya bergantung pada kondisi instalasi dan peralatan, tetapi juga pada pengetahuan serta perilaku penggunanya. Kesadaran inilah yang dibangun PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Padang melalui edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada dosen dan mahasiswa Politeknik ATI Padang (Politeknik Akademi Teknologi Industri Padang) di Kelurahan Bungo Pasang, Kota Padang, Jumat (10/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tabing tersebut diikuti sekitar 80 peserta dari lima Program Studi (Prodi), yakni Teknik Industri Agro, Teknik Kimia Bahan Nabati, Analisis Kimia, Manajemen Logistik, serta Teknologi Rekayasa Bioproses Energi Terbarukan. Edukasi diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam mengenali potensi bahaya kelistrikan dan menerapkan perilaku aman dalam aktivitas sehari-hari.
Kegiatan tersebut dihadiri Manager ULP Tabing, Syamsul Bahri, bersama tim ULP Tabing yang bertindak sebagai narasumber. Edukasi disambut oleh Ketua Prodi Teknik Industri Agro Politeknik ATI Padang, Dr. Maryam, serta diikuti oleh jajaran dosen dan mahasiswa.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, menyampaikan bahwa pemahaman mengenai keselamatan ketenagalistrikan perlu terus diperluas, termasuk kepada generasi muda yang kelak akan beraktivitas di lingkungan industri maupun masyarakat.
“Keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, edukasi kepada generasi muda penting agar pengetahuan mengenai penggunaan listrik yang aman dapat dipahami dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Ririn.
Bagi PLN, edukasi keselamatan merupakan langkah preventif untuk membangun kesadaran sebelum potensi bahaya terjadi. Karena itu, penyampaian pengetahuan secara langsung kepada mahasiswa menjadi bagian dari upaya memperkenalkan perilaku aman dalam menggunakan listrik, baik di lingkungan pendidikan, tempat tinggal, maupun saat beraktivitas di ruang publik.
Mahasiswa Politeknik ATI Padang juga memiliki latar belakang pendidikan yang dekat dengan dunia industri, teknologi, energi, dan aktivitas operasional. Pengetahuan mengenai keselamatan ketenagalistrikan menjadi bekal penting agar mereka mampu memahami risiko penggunaan listrik dan menerapkan prinsip keselamatan ketika nantinya berhadapan dengan lingkungan kerja maupun aktivitas masyarakat.
Edukasi tersebut sekaligus mendorong tumbuhnya kepedulian mahasiswa untuk ikut menyebarluaskan budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L). Pesan keselamatan yang diterima di lingkungan kampus diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diterapkan dan dibagikan kembali kepada keluarga serta lingkungan sosial mereka.
Kolaborasi PLN dengan institusi pendidikan menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan edukasi keselamatan ketenagalistrikan. Lingkungan kampus memberikan ruang strategis untuk membangun pemahaman sejak dini, sekaligus mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kesadaran keselamatan yang dapat dibawa ke dunia kerja.
General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, menambahkan bahwa perluasan edukasi keselamatan menjadi bagian penting dalam membangun perilaku penggunaan listrik yang aman di tengah masyarakat.
“PLN ingin memastikan pesan keselamatan ketenagalistrikan dipahami sedekat mungkin dengan masyarakat. Ketika generasi muda memiliki pengetahuan dan kepedulian terhadap keselamatan, manfaat edukasi tersebut dapat berkembang lebih luas di lingkungan mereka,” ujar Ririn.
Edukasi di Politeknik ATI Padang diharapkan menjadi titik awal tumbuhnya kesadaran yang lebih luas mengenai keselamatan ketenagalistrikan. Pengetahuan yang diperoleh para mahasiswa dapat menjadi bekal untuk menjaga keselamatan diri, keluarga, lingkungan kampus, hingga masyarakat, sekaligus mendorong penggunaan listrik yang lebih aman dalam kehidupan sehari-hari.






