KLIKPOSITIF- Hujan deras memicu luapan aliran irigasi yang menerjang empat jorong di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Minggu (1/11/2026). Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) terdampak, sementara sekitar 15 hektare lahan pertanian ikut terdampak luapan air.
Camat X Koto, Yahya Suryadi, mengatakan luapan terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut selama sekitar 30 menit hingga satu jam. Tingginya debit air membuat aliran irigasi tidak mampu menampung volume air sehingga meluap ke permukiman, lahan pertanian, dan kolam ikan milik warga.
“Efek dari hujan yang cukup lebat, mungkin sekitar setengah jam sampai satu jam. Itu mengakibatkan meluapnya aliran irigasi. Debit air cukup besar dan tidak tertampung, sehingga melewati areal permukiman masyarakat, lahan pertanian, dan kolam,” ungkapnya kepada wartawan.
Dari empat jorong yang terdampak, Jorong Koto Tinggi menjadi wilayah dengan dampak paling parah karena luapan air langsung memasuki kawasan permukiman masyarakat.
Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 15 rumah terdampak. Luapan air juga menggenangi lahan pertanian seluas kurang lebih 15 hektare serta tujuh hingga delapan kolam ikan milik warga.
Meski demikian, tidak ditemukan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Material yang terbawa arus juga tidak berupa batu-batu besar, melainkan rumput dan sampah.
“Alhamdulillah, untuk material tidak ada. Tidak ada batu-batu besar, hanya rumput yang banyak dan sampah yang terbawa aliran air. Korban jiwa juga tidak ada,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, sekitar 15 KK harus meninggalkan rumah untuk sementara waktu. Sebagian warga mengungsi ke rumah ibadah, sedangkan lainnya memilih tinggal di rumah sanak keluarga.
Pemerintah kecamatan juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar para pengungsi, termasuk bayi dan balita yang berada di antara keluarga terdampak.
Yahya mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Tanah Datar untuk menyiapkan bantuan logistik bagi warga.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Tanah Datar untuk menyiapkan logistik berupa alas tidur, selimut, perlengkapan bayi, kebutuhan pribadi lainnya, serta sembako dan makanan untuk sementara,” jelasnya.
Saat ini, pendataan dampak dan pembersihan material yang terbawa aliran air masih berlangsung. Petugas bersama masyarakat membersihkan saluran irigasi yang berada di bawah jalan dan berdekatan dengan rumah warga.
Penanganan di lapangan melibatkan BPBD, unsur teknis kepolisian, pemerintah nagari, Satgas Nagari, serta masyarakat setempat.
Yahya menjelaskan, dampak luapan air di empat jorong tersebut bervariasi. Selain permukiman di Jorong Koto Tinggi, luapan juga berdampak pada lahan pertanian, saluran irigasi, dan kolam ikan di sejumlah wilayah lainnya.
Terkait sistem peringatan dini atau *early warning system* (EWS) banjir, Yahya menyebut Nagari Pandai Sikek telah memiliki perangkat tersebut. Namun, lokasinya tidak berada di kawasan aliran yang terdampak luapan kali ini.
“Untuk early warning system di Nagari Pandai Sikek sudah ada, tetapi pemasangannya bukan di daerah aliran Pagu-Pagu, bukan di lokasi ini,” ujarnya.




