PADANG, KLIKPOSITIF – Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar lomba stand up comedy untuk memeriahkan Dies Natalis ke-72 pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa, dosen, dan alumni untuk menyalurkan kreativitas, mengekspresikan diri, sekaligus menyampaikan pesan melalui humor yang edukatif.
Kepala Protokoler UNP sekaligus Penanggung Jawab Acara, Dr. Hijriyantomi Suyuthie, S.IP., M.M., mengatakan kompetisi tersebut merupakan agenda perdana yang telah direncanakan sejak tiga tahun lalu.
Menurutnya, lomba ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang bagi sivitas akademika untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan keberanian tampil di depan publik.
Para pemenang utama dalam kompetisi tersebut dijadwalkan kembali tampil pada malam puncak perayaan Dies Natalis ke-72 UNP.
Lomba dibuka secara resmi oleh Sekretaris UNP, Prof. Dr. Erianjoni, S.Sos., M.Si., yang juga bertindak sebagai salah seorang juri. Penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri dengan latar belakang keahlian yang berbeda.
Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., bertugas menilai teknik penyampaian, kemampuan komunikasi, serta aspek kebahasaan. Sementara itu, Kepala Departemen Pendidikan Non-Formal, Prof. Dr. Ismanida, M.Pd., menilai pesan dan muatan pendidikan dalam materi yang dibawakan peserta.
Adapun Prof. Dr. Erianjoni menilai perspektif sosial, norma yang berlaku di masyarakat, serta kesesuaian materi dengan etika komunikasi di ruang publik.
Dalam proses penilaian, orisinalitas materi menjadi salah satu aspek utama dengan bobot 30 persen. Selain itu, interaksi dengan audiens memiliki bobot 16 persen dan penguasaan panggung sebesar 10 persen. Aspek lainnya meliputi teknik penyampaian, kreativitas, serta tingkat kelucuan materi.
Setiap peserta diberikan waktu maksimal 10 menit untuk menampilkan materi komedi mereka.
Junjung Etika dan Inklusivitas
Selain mengedepankan kreativitas, penyelenggara juga menetapkan batasan tegas terhadap materi yang dibawakan peserta. Komika dilarang menyampaikan ujaran kebencian, isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), perundungan terhadap kelompok tertentu, pelecehan verbal maupun seksual, kata-kata kotor, fitnah terhadap institusi, serta kampanye politik.
Dewan juri berhak menghentikan penampilan atau memberikan sanksi apabila peserta melanggar ketentuan tersebut. Aturan ini diterapkan untuk memastikan kompetisi berlangsung secara sehat, menghibur, dan tetap menghormati keberagaman.
Penyelenggaraan lomba stand up comedy ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Dari sisi pendidikan, kegiatan tersebut berkaitan dengan SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kreativitas, ekspresi seni, dan keterampilan komunikasi. Penerapan aturan yang menjunjung etika serta menolak diskriminasi juga selaras dengan SDGs 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan dan SDGs 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Melalui kegiatan ini, UNP menghadirkan perayaan Dies Natalis yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya kampus yang kreatif, santun, inklusif, dan menghargai perbedaan.







