KLIKPOSITIF – Taman Budaya Sumatera Barat kembali menggelar Festival Ganggam Tari Kontemporer #4 Tahun 2026 dengan mengangkat tema “Pulang ke Akar: Membaca Tradisi, Menulis Tubuh”.
Kegiatan yang merupakan program Dinas Kebudayaan Sumatera Barat tersebut resmi dibuka Kepala Taman Budaya Sumbar, M. Devid, di lantai dasar Zona B Gedung Kebudayaan Sumatera Barat, Rabu (23/9/2026) malam.
Pada malam pertama, tiga koreografer muda tampil membawakan karya tari kontemporer, yakni Reza Maulidi Akhbar, Ditta Putri, dan Rahmat Pangestu.
Sementara dua koreografer lainnya, Rahmat Fajar dan Ramadhan Ridho Aulia, dijadwalkan tampil pada malam kedua, Kamis (24/9/2026).
M. Devid mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi koreografer muda untuk melakukan riset budaya secara mendalam dan menerjemahkannya ke dalam karya tari kontemporer.
“Kegiatan pergelaran seni dan kebudayaan dalam Ganggam Tari Kontemporer 2026 ini menantang para koreografer muda untuk melakukan riset budaya secara mendalam di daerah masing-masing, kemudian menjadikan tubuh penari sebagai medium untuk menyampaikan pesan tradisi yang bersumber dari 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK),” kata Devid.
Menurutnya, proses penciptaan karya dilakukan melalui eksplorasi tradisi dan kehidupan masyarakat. Para koreografer juga mengangkat narasi dari seni rakyat, merekonstruksi simbol-simbol kebudayaan serta aturan sosial yang berkembang di masyarakat.
Selain itu, riset juga mencakup pengetahuan dan teknologi tradisional yang kemudian ditransformasikan menjadi gagasan dan teknik dalam koreografi.
“Konsep ini juga mengamati pengetahuan dan teknologi tradisional untuk mentransformasikan esensi teknik kerja ke dalam bentuk koreografi, serta mengembangkan seni, bahasa, dan permainan melalui amat lokal yang ditembus dengan gagasan-gagasan melalui tradisi,” ujarnya.
Devid mengatakan Ganggam Tari Kontemporer #4 merupakan bagian dari upaya Taman Budaya Sumatera Barat dalam memfasilitasi perkembangan seni dan kebudayaan, khususnya regenerasi koreografer muda.
Kegiatan tersebut diawali dengan lokakarya dan riset budaya yang dilaksanakan pada Mei 2026. Setelah melalui proses kurasi terhadap konsep garapan yang diajukan, sejumlah koreografer muda terpilih kemudian mengembangkan karya mereka hingga dipresentasikan dalam pergelaran.
“Hal ini diharapkan dapat mendorong munculnya regenerasi koreografer profesional di Sumatera Barat,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan pada tahun mendatang semakin banyak karya koreografer muda yang dapat ditampilkan.
Ganggam Tari Kontemporer #4 juga menjadi bentuk apresiasi Taman Budaya Sumatera Barat kepada para pelaku seni tari yang telah mengikuti proses pembinaan dan lokakarya.
Melalui kegiatan tersebut, Taman Budaya Sumbar mendorong karya tari kontemporer yang tetap berangkat dari akar tradisi dan kekayaan budaya masyarakat Sumatera Barat.







