Minggu, 27 Sep 2026 - 10:15 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Lebih Sepekan Hujan Tak Berhenti di Sumbar, Pakar UNAND: Ada Pergerakan Siklon yang Tidak Lazim

Joni A. K.
Minggu, 30 Nov 2025 | 19:08 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Sumatra Barat selama sepekan terakhir menyebabkan banjir dan longsor di berbagai wilayah. Kondisi serupa juga dialami oleh Sumatra Utara dan Aceh.

Salah satu lokasi yang terdampak adalah Kecamatan Pauh, kawasan yang banyak dihuni mahasiswa serta sivitas akademika Universitas Andalas. Banjir merendam kos-kosan dan rumah warga, memaksa sejumlah penduduk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sebagai bentuk misi kemanusian Universitas Andalas membuka posko tanggap bencana untuk mahasiswa dan masyarakat sekitar di Mesjid Nurul Ilmi. Berbagai bantuan juga diberikan, berupa sandang dan pangan.

Menanggapi kondisi saat ini, tim UNAND mewawancarai Prof. Dr. techn. Marzuki ketua LPPM UNAND. Bencana yang terjadi saat ini termasuk dalam kategori bencana hidrometeorologi, yaitu bencana yang dipicu langsung oleh fenomena cuaca.

“Secara sederhana, bencana hidrometeorologi adalah bencana yang penyebab utamanya berasal dari dinamika atmosfer atau cuaca,” jelasnya.

Baca Juga

PKM-MUB Unand Ubah Perca Songket Silungkang Jadi Produk Fesyen, Tembus Pasar Nasional

Sabtu, 26 Sep 2026 | 17:14 WIB

Budayakan Keterbukaan Informasi Publik, Unand Hadirkan Ketua KI Handoko Agung Saputro

Kamis, 24 Sep 2026 | 19:05 WIB

Ia menerangkan secara teori, siklon sangat jarang terjadi di daerah khatulistiwa, termasuk Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Hal ini karena beberapa syarat pembentukan siklon tidak terpenuhi, salah satunya gaya Coriolis, gaya yang timbul akibat rotasi bumi.

“Semakin jauh dari khatulistiwa, gaya Coriolis semakin besar. Di garis khatulistiwa, gaya Coriolis itu nol. Itu sebabnya siklon dan fenomena rotasi fluida lainnya sangat jarang terbentuk di sekitar Sumatra Barat,” jelasnya.

Namun, fenomena yang terjadi saat ini sedikit berbeda. Siklon terjadi pada lautan yang sempit, yaitu Selat Malaka. Biasanya siklon tropis terbentuk pada lautan yang luas seperti samudera bukan di selat.

Selain itu, siklon terjadi dalam lintang kurang dari 5 derajat. Biasanya siklon terbentuk pada lintang di atas 5 derajat dimana gaya Coriolis sudah cukup kuat. Perbedaan lain, Siklon bergerak mendekati Katulistiwa, dimana pada kebanyakan Siklon tropis pergerakannya menjauh dari Katulistiwa.

Pergerakan siklon yang tidak mengikuti pola normalnya membuat peregerakkanya lebih lemah dibandingkan siklon besar seperti yang terjadi di Filipina. Namun dampaknya justru terasa besar di Sumatra.

“Siklon malah bergerak mendekati khatulistiwa. Akibatnya ‘amunisinya’ berkurang, pergerakannya melambat, dan ia menjadi almost stationary atau hampir tidak bergerak. Karena itu hujan turun terus-menerus selama beberapa hari di tempat yang sama” jelasnya.

Selain faktor cuaca, Prof. Marzuki menekankan bahwa kerusakan lingkungan turut memperparah kondisi.

“Curah hujan tinggi memicu banjir, tetapi kerusakan besar yang kita lihat di sungai, jembatan putus, kayu gelondongan hanyut, dan perubahan aliran sungai, itu tidak murni faktor iklim. Ada faktor lingkungan yang sudah terganggu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sungai memiliki jalur alami. Ketika jalur itu rusak akibat aktivitas manusia, bencana pun menjadi lebih parah.

“Alam itu selalu mencari jalannya. Apa pun yang kita lakukan terhadap alam akan memengaruhi bagaimana ia mengalir,” katanya.

Prof. Marzuki juga mengungkapkan bahwa ia bersama mahasiswa saat ini sedang melakukan penelitian khusus mengenai siklon ini, bekerja sama dengan peneliti dari Polandia, Brunei, serta BMKG sebagai penyedia data.

“Salah satu pertanyaan besar kami adalah: kenapa siklon bergerak mendekati khatulistiwa, padahal itu bertentangan dengan sifat alaminya? Penelitian ini diharapkan memberi insight baru bagi dunia atmosfer dan klimatologi,” tuturnya.

Menutup wawancara, Prof. Marzuki menegaskan pentingnya memperbaiki tata kelola lingkungan untuk meminimalkan kerusakan saat bencana terjadi.

“Hujan mungkin tidak bisa kita kendalikan, tetapi dampaknya bisa kita kurangi. Kuncinya ada pada pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

Tags: Bencana AlamDosen UnandhujanUniversitas Andalas

Berita Lainnya

PKM-MUB Unand Ubah Perca Songket Silungkang Jadi Produk Fesyen, Tembus Pasar Nasional

Sabtu, 26 Sep 2026 | 17:14 WIB

Budayakan Keterbukaan Informasi Publik, Unand Hadirkan Ketua KI Handoko Agung Saputro

Kamis, 24 Sep 2026 | 19:05 WIB

Hidup di Era VUCA, Rektor Unand Efa Yonnedi Tegaskan Lulusan Harus Siap “Future Ready”

Jumat, 18 Sep 2026 | 18:10 WIB

Orasi Ilmiah di Unand, Kepala BRIN Tekankan Pentingnya Human Capital dan Inovasi

Senin, 14 Sep 2026 | 18:29 WIB
Selanjutnya

BTN Beri Bantuan Korban Bencana Melalui Unand

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara