Solok, Klikpositif – Sebanyak 222 orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 74 Nagari secara resmi dilantik oleh KPU Kabupaten Solok, Selasa (24/1/2023) di Gedung Solok Nan Indah. PPS yang telah menjalani rangkaian seleksi yang ketat itu, akan bekerja di masing-masing nagari untuk pemilu tahun 2024.
Ketua KPU Kabupaten Solok, Gadis mengatakan, PPS yang dilantik merupakan hasil berbagai tahapan dan proses yang telah dilakukan sebelumnya. Sebanyak 935 orang peserta yang lulus dalam seleksi administrasi kemudian mengikuti tes tertulis melalui metode CAT.
Dari jumlah itu, hanya 573 orang yang dinyatakan lulus CAT dan berhak mengikuti tes wawancara yang dilaksanakan di kantor kecamatan masing-masing. Dari masing-masing nagari kemudian diambil 6 orang yang terdiri dari 3 orang PPS terpilih dengan nilai tertinggi, dan 3 orang calon pengganti.
“Alhamdulillah, dari rangkaian panjang seleksi yang kita lakukan, sudah terpilih dan dilantik PPS yang akan bekerja di masing-masing nagari. Kami yakin, bapak dan ibu merupakan orang-orang terbaik yang bisa menjalankan tugas pada setiap tahapan pemilu 2024,” kata Gadis.
Pihaknya juga meminta seluruh PPS untuk menyiapkan diri dengan berbagai kegiatan ke depannya. Karena, kata Gadis, saat ini sudah mulai berbagai tahapan dalam persiapan pemilu. Salah satu yang penting, PPS memastikan kesesuaian data pemilih.
Sementara itu, Bupati Solok, H. Epyardi Asda mengapresiasi kinerja KPU Kabupaten Solok dalam membentuk panitia adhoc dari tingkatan PPK hingga PPS. Rangkaian kerja tersebut tidak terlepas dari upaya menyukseskan pemilu 2024 mendatang.
Terhadap PPS terpilih, Bupati Solok berpesan agar menjalan tugas dan fungsi sesuai dengan aturan. Di pundak penyelenggara di semua tingkatan, tertumpang harapan masyarakat agar proses demokrasi di Kabupaten Solok berjalan dengan baik.
“Saya meminta semuanya menjaga profesionalitas dan Integritas dalam menjalankan tugasnya. Saya yakin dan percaya, seluruh penyelenggara yang lulus dari berbagai tahapan seleksi memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas berat demokrasi ini,” tutupnya.







