Rabu, 16 Sep 2026 - 18:19 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Kota Pariaman Terima Penghargaan Kota Bebas Frambusia dari Kemenkes RI

Muhammad Haikal
Selasa, 21 Feb 2023 | 19:37 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PARIAMAN, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Provinsi Sumatera Barat mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten/kota bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada acara Peringatan Hari Negleted Tropical Diseases (NDTs) atau Penyakit Tropis Terabaikan Sedunia Tahun 2023.

Peringatan Hari NDTs ini diperingati setiap tanggal 30 Januari yang kini menjadi salah satu dari 13 kesehatan global WHO ini mengangkat tema “Tingkatkan Kepedulian Untuk Mewujudkan Indonesia Bebas Penyakit Tropis Terabaikan”.

Penghargaan berupa sertifikat dari Menteri Kesehatan, Budi G Sadikin, itu diterima secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah, di Krakatau Grand Ballroom TMII Jakarta, Selasa (21/2/2023). Pemko Pariaman merupakan salah satu dari 103 kabupaten kota yang meraih penghargaan ini.

Baca Juga

Pedagang Warga Pariaman Kini Punya Benteng Kerja

Jumat, 11 Sep 2026 | 14:24 WIB

Pemko Pariaman Bagikan Masker ke Pelajar

Kamis, 10 Sep 2026 | 14:07 WIB

Perlu diketahui, Frambusia adalah infeksi Β kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema Pallidum Pertenue. Infeksi ini biasanya terjadi di negara tropis yang mempunyai sanitasi buruk dimana dapat menular melalui cairan dari kulit yang terluka. Resiko terburuk terjangkit dari penyakit ini menyebabkan penampilan fisik atau gangguan sosialisasi. Oleh sebab itu, Kementrian Kesehatan menaruh perhatian yang serius terhadap penyakit ini lantaran sifatnya yang menular menahun dan sering kambuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah mengatakan, Pemko Pariaman melalui Dinas Kesehatan beserta jajaran Puskemas yang tersebar di tiap desa kelurahan telah berhasil menekan kemunculan penyakit tersebut.

“Alhamdulillah, ini berkat upaya yang dilakukan secara sungguh-sungguh oleh Dinkes Kota Pariaman dan Puskemas. Termasuk juga dukungan Dinkes Provinsi Sumbar untuk menuju masyarakat Kota Pariaman lebih sehat,” ujarnya.

Nazifah memastikan Kota Pariaman akan berkomitmen bebas dari penyakit Frambusia hingga di tahun-tahun yang akan datang. Untuk itu perlu sinergi untuk menggerakkan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan kolaborasi, kerjasama dan tetap berkomitmen dalam mempertahankan pelaporan nol kasus Frambusia di kabupaten kota yang merupakan wilayah kerja kami demi tercapainya Indonesia Bebas Frambusia paling lambat tahun 2024.

“Kita terus mensosialisasikan kepada masyarakat tentang cara mencegah munculnya kasus Frambusia dan penularannya. Melakukan promosi kesehatan berupa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta ketersediaan sarana air bersih yang merupakan faktor penting untuk mencegah penyakit ini. Ini yang harus kita tekankan dan saling mengingatkan antar sesama,” jelasnya.

Dikatakannya bahwa, daerah penerima Sertifikat Bebas Frambusia ini merupakan daerah yang sudah melewati beberapa tahapan. Mulai dari membuktikan tidak ditemukan kasus frambusia baru berdasarkan Surveilans, rekomendasi di level provinsi hingga assessment time sertifikasi di tingkat pusat.

Mantan Kadis Kominfo Kota Pariaman ini juga mengaku, penghargaan Kota Bebas Frambusia ini merupakan penanganan yang serius dari kepala daerah, dalam hal ini Bapak Wali Kota Pariaman, Genius Umar. Melalui kebijakan-kebijakan yang efektif, Alhamdulillah, tidak ditemukan penyakit Frambusia ini di Kota Pariaman.

“Atas nama Pemko Pariaman, kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan atas apresiasi ini, terkhusus kepada forkopimda, organisasi profesi kesehatan, organisasi masyarakat serta seluruh lapisan masyarakat atas dukungan mewujudkan Kota Bebas Frambusia ini,” tukasnya.

Tags: Pemko Pariaman

Berita Lainnya

Pedagang Warga Pariaman Kini Punya Benteng Kerja

Jumat, 11 Sep 2026 | 14:24 WIB

Pemko Pariaman Bagikan Masker ke Pelajar

Kamis, 10 Sep 2026 | 14:07 WIB

178 Pekerja Rentan Kategori Pedagang Terima Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 9 Sep 2026 | 14:05 WIB

Yota Balad Lantik 38 Orang Pejabat Di Lingkungan Pemko Pariaman

Rabu, 9 Sep 2026 | 14:03 WIB
Selanjutnya

Gubernur Mahyeldi Minta BUMNag Jadi Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat Nagari

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara