Jumat, 02 Okt 2026 - 04:44 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Kota Pariaman Gelar Gladi Kesiapsiagaan Bencana Tingkat Sumbar

Muhammad Haikal
Kamis, 1 Okt 2026 | 09:51 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PARIAMAN, KLIKPOSITIF — Memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam Pemerintah Kota Pariaman berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan β€œGladi Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi Dan Tsunami Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026” yang digelar selama dua hari dari tanggal 29 s/d 30 September 2026 di Lapangan Parkir Josal Football Academy, Dusun Sirambang Desa Cubadak Air Utara Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman.

Acara puncak Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi Dan Tsunami Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 di Kota Pariaman yang berlangsung pada hari ini, Rabu (30/9/2026) dihadiri dan ditutup secara langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah (Buya Mahyeldi), yang didampingi langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad, Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Barat Erasukma Munaf, dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Pariaman, Ferry Ferdian Bagindo Putra.

Dalam sambutannya Yota Balad menyampaikan, mitigasi atau upaya pengurangan risiko bencana sangatlah krusial. Kita tidak bisa mencegah alam berkehendak, tetapi kita bisa menyiapkan diri untuk mengurangi dampaknya dengan cara mengadakan Gladi Simulasi ini.

β€œGladi simulasi ini adalah kunci keselamatan kita. Melalui latihan ini, kita bisa mengasah naluri, melatih refleks, dan memahami jalur evakuasi secara tepat, karena pada saat gempa terjadi pasti akan terjadi kepanikan, dan kepanikan tersebut adalah musuh terbesar kita. Kepanikan muncul karena kita tidak tahu harus berbuat apa. Oleh karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi bencana sangat penting agar mereka mampu melakukan tindakan untuk mengurangi risiko ketika terjadi bencana,” terang Yota Balad.

Baca Juga

Wakil Wali Pariaman Buka Festival Literasi Budaya 2026

Senin, 28 Sep 2026 | 09:23 WIB

Lomba Hafiz MDTA dan Hafiz Cilik Se-Kota Pariaman Tahun 2026 Berakhir Sukses

Senin, 28 Sep 2026 | 09:21 WIB

Yota Balad menjelaskan, Kegiatan hari ini bukanlah sekadar kegiatan formalitas atau agenda seremonial biasa saja, tetapi anggaplah situasi hari ini sebagai kondisi yang nyata, karena setiap langkah kaki yang kita ayunkan menuju titik kumpul, bisa jadi adalah langkah yang akan menyelamatkan nyawa kita, keluarga kita, dan orang-orang di sekitar kita di masa depan.

β€œKami secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Pariaman, menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya, kepada Sestama BNPB dan Gubernur Sumatera Barat, atas dilaksanakanya kegiatan Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi Dan Tsunami Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 di Kota Pariaman ini. Semoga apa yang telah dilakukan sejak kemaren sampai hari ini, akan memberikan wawasan dan pengalaman atas upaya kita dalam rangka kesiap siagaan kita dalam menghadapi bencana,” pungkas Yota Balad.

Sementara itu Rustian menyampaikan pesan penting kepada semua masyarakat dan relawan yang hadir dalam gladi simulasi tersebut agar jangan menjadikan gladi sebagai tujuan akhir. Tujuan sebenarnya dari gladi adalah menemukan gap atau kesenjangan kesiapsiagaan kita.

β€œKami (BNPB) memandang bahwa hasil gladi seperti ini harus menjadi input bagi perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah. Temuan dari gladi harus diterjemahkan menjadi kebutuhan konkret. Dengan kata lain, kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan, tetapi harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan,” ulasnya.

Dalam penanggulangan bencana, kita mengenal konsep bahwa masyarakat adalah first responder. Dalam beberapa menit pertama setelah terjadi gempa, masyarakatlah yang berada paling dekat dengan sumber kejadian.Oleh karena itu, kita tidak boleh membangun sistem penanggulangan bencana yang hanya bergantung kepada pemerintah. Pemerintah harus hadir. TNI, Polri, BPBD, instansi teknis, Rumah Sakit, dunia usaha, relawan, semua harus siap. Tetapi yang tidak kalah penting, masyarakat juga harus siap.

Rustian menegaskan, Investasi pada kesiapsiagaan memang tidak selalu terlihat hasilnya dalam kondisi normal. Tetapi ketika bencana terjadi, investasi tersebut dapat menentukan seberapa cepat masyarakat menyelamatkan diri, seberapa cepat pemerintah merespons, dan seberapa besar dampak yang dapat dikurangi.

β€œKami dari BNPB menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Pariaman atas komitmen dan kerja keras dalam membangun kesiapsiagaan. Mari kita terus memperkuat kolaborasi pusat dan daerah, pemerintah dan masyarakat, serta seluruh pentahelix penanggulangan bencana. Melalui gladi ini kita membuktikan bahwa pengalaman masa lalu benar-benar telah menjadi kesiapsiagaan yang lebih baik untuk masa depan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Buya Mahyeldi juga menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah gladi tidak diukur dari seberapa rapi sebuah skenario dapat dilaksanakan, tetapi keberhasilan gladi justru diukur dari seberapa banyak pembelajaran yang dapat kita peroleh untuk memperkuat kesiapsiagaan kita ke depan.

β€œDari kegiatan ini kita bisa melihat secara jernih apa yang telah kita uji, apa yang telah berjalan baik, dan apa yang masih harus kita perbaiki, sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan gladi simulasi ini,” sebut Buya.

Buya Mahyeldi menyatakan bahwa ada enam tindak lanjut dari rangkaian kegiatan yang telah terlaksana dalam gladi simulasi ini, seperti Table Top Exercise, Command Post Exercise, dan Field Training Exercise. Enam tindak lanjut yang mesti dilakukan itu adalah pertama, seluruh hasil evaluasi TTx, CPx, dan FTx harus didokumentasikan secara lengkap dan ditindaklanjuti.

Kedua, perkuat sistem komando dan koordinasi antarinstansi, ketiga, sistem komunikasi kedaruratan harus terus diuji dan diperkuat, keempat, pemerintah kabupaten dan kota harus membawa hasil pembelajaran dari gladi ini ke wilayah masing-masing, kelima, libatkan masyarakat secara lebih luas, dan keenam, kesiapsiagaan harus menjadi budaya, bukan sekadar program semata.

Buya juga menyampaikan bahwa ancaman bencana yang kita hadapi menuntut kerja sama yang tidak mengenal batas administrasi, karena gempabumi dan tsunami tidak mengenal batas kabupaten dan kota. Kolaborasi lintas daerah seperti ini harus terus kita perkuat. Demikian pula dengan keterlibatan BNPB, BMKG, Kantor Pencarian dan Pertolongan, TNI, POLRI, dunia usaha, akademisi, organisasi kemanusiaan, serta relawan.

β€œSemua memiliki peran yang penting, semua adalah bagian dari sistem penanggulangan bencana, dan tidak ada satu pun unsur yang dapat berjalan sendiri. Kita harus membangun satu kesadaran bahwa ketika terjadi bencana, yang paling utama bukan lagi ego sektoral atau batas kewenangan tetapi yang utama adalah keselamatan masyarakat. Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” tutup Buya Mahyeldi.

Tags: Pemko Pariaman

Berita Lainnya

Wakil Wali Pariaman Buka Festival Literasi Budaya 2026

Senin, 28 Sep 2026 | 09:23 WIB

Lomba Hafiz MDTA dan Hafiz Cilik Se-Kota Pariaman Tahun 2026 Berakhir Sukses

Senin, 28 Sep 2026 | 09:21 WIB

Lomba Hafiz MDTA dan Hafiz Cilik Se-Kota Pariaman Tahun 2026 Dimulai

Sabtu, 26 Sep 2026 | 09:24 WIB

Harumkan Nama Daerah, Tiga Atlet Panahan Berkuda Pariaman Raih Tiga Medali Kejurnas Bogor

Kamis, 24 Sep 2026 | 09:27 WIB
Selanjutnya
Tari Turuk Lagai anak-anak muda Mentawai di Panggung Saraso Fest 2026, Rabu (30/9/2026).

Bukan Sekadar Tarian, Turuk Lagai Cara Anak Muda Maileppet Jaga Warisan Leluhur Mentawai di Saraso Fest 2026

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara