Kota Solok, Klikpositif – Kebersamaan dalam nuansa sejuk dan damai menjadi komitmen Bupati Jon Firman Pandu dan Wabup Candra dalam membangun daerah lima tahun ke depan. Komitmen itu bukan hanya hiasan bibir, namun memang nyata dilakukan dengan merangkul seluruh pihak, termasuk mantan kepala daerah.
Senin (7/7/2025), Pemerintah Kabupaten Solok menggelar Forum Silaturahmi Gerakan Bersama Membangun Kabupaten Solok. Forum ini dibuka langsung Bupati Solok, Jon Firman Pandu yang didampingi Wakil Bupati Solok H. Candra.
Dalam pertemuan itu, hadir sebagai narasumber; mantan Mendagri, Gamawan Fauzi dan mantan Bupati Solok, Syamsu Rahim serta Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar. Forum diikuti para Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Camat dan Wali Nagari, Ketua KAN dan Ketua BPN se Kabupaten Solok, para tokoh masyarakat, dan bundo kanduang.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu mengatakan, forum silaturahmi gerakan bersama membangun Kabupaten Solok merupakan wadah menguatkan sinergi antara pemerintah daerah dengan berbagai unsur dan masyarakat, agar pembangunan di Kabupaten Solok berjalan secara selaras, partisipatif, dan berkelanjutan.
βRasa syukur yang luar biasa karena melalui forum ini kita dapat berkumpul bersama para tokoh. Program pemerintah daerah dan pusat memang harus sejalan, namun tetap sesuai dengan kearifan lokal kita, membangun dengan pertimbangan yang matang,β ucap Bupati.
Bupati juga menekankan, saat ini terdapat banyak persoalan di tengah masyarakat yang perlu dihadapi bersama. Melalui masukan dari para tokoh, diharapkan akan muncul keselarasan langkah dan solusi yang tepat dalam menyelesaikan segala persoalan yang ada di tengah masyarakat.
βWali Nagari merupakan ujung tombak kita dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi, untuk itu kita ingin para Wali Nagari turut serta mendukung penuh program pemerintah daerah, karena sejatinya program pemerintah daerah adalah untuk masyarakat,β tegasnya.
Sementara itu, Gamawan Fauzi mengangkat tema terkait tentang pemerintahan, agama, dan adat. Mantan Mendagri era SBY itu meminta agar para pengambil kebijakan tidak ragu dalam menentukan arah pembangunan.
Gamawan Fauzi menyebutkan, nilai-nilai adat tidak hanya sekedar omongan atau pidato semata, tetapi perlu diterapkan secara konsisten di setiap nagari. ASN juga harus bergerak maksimal dalam menyukseskan program pembangunan dan pelayan masyarakat.







