Solok, Klikpositif – Selain membawa berkah aliran air, keberadaan Sungai Aniang yang ada di Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok juga kerap memicu banjir dan menggenangi areal lahan pertanian warga.
Nyaris setiap musim hujan, sungai ini meluap dan membanjiri lahan pertanian, akibatnya, warga terpaksa gagal panen dan menyebabkan kerugian hingga ratusan juta.
Upaya normalisasi yang dilakukan warga dengan Goro menggunakan alat seadanya belum mampu membenahi kondisi sungai secara maksimal, ancaman luapan banjir tetap mengintai.
“Kami melakukan Goro setiap sekali limabelas hari, namun belum bisa mengembalikan kondisi sungai agar tidak meluap saat musim hujan,” tutur Alimuddin saat kedatangan Bupati Solok, H. Epyardi Asda dan anggota DPR RI Athari Gauti Ardi, Kamis (12/8/2021).
Kondisi itu, sebutnya, memaksa masyarakat untuk tidak memaksimalkan lahan yang ada di sepanjang aliran sungai utama di nagari Sungai Nanam tersebut, lantaran beresiko terkena banjir saat musim hujan.
Hal senada disampaikan Wali Nagari Sungai Nanam, Delfi, sungai sepanjang 6 kilometer itu sering meluap dan menggenangi lahan pertanian, terutama di kawasan jorong Lipek Pageh.
“Kerugian bagi masyarakat berkisar 10 ton hasil panen yang nilainya mencapai miliaran dan ini merupakan dampak dari aliran sungai yang tidak terkontrol,” paparnya.
Menurutnya, masyarakat sangat membutuhkan normalisasi sungai Aniang agar tidak meluap lagi. Bahkan masyarakat sepakat untuk dilakukan pembebasan lahan untuk mendukung normalisasi sungai.
Menanggapi keluhan masyarakat, Athari berjanji akan memperjuangkan normalisasi Sungai Aniang melalui Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).
“Setelah mendengar aspirasi dari masyarakat tentang sungai Aniang ini, untuk tahun besok saya usahakan mendapatkan lagi dari program PISEW, khusus untuk penangulangan banjir,” tuturnya.
Untuk tahun ini, warga Nagari Sungai juga sudah menikmati program BSPS bedah rumah sebanyak 50 rumah, dan bantuan senilai Rp600 juta untuk program PISEW.
Disamping itu, Bupati Solok, H. Epyardi Asda sangat mengapresiasi kepedulian anggota DPR-RI Athari untuk membantu mencarikan solusi terhadap beragam persoalan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Solok.
“PISEW bukanlah program Pemda, tetapi program dari pusat melalui kementerian PUPR yang diperjuangkan oleh Ibu Athari Gauti Ardi,” tutur Epyardi.
Bupati optimis, program pengadaan eskavator tiap kecamatan bisa berjalan dengan baik, nantinya bisa dimanfaatkan untuk pembukaan jalan dan normalisasi sungai.
“Untuk normalisasi sungai, butuh alat berat, kalau sungai normal dan jalan lancar maka akan membawa dampak besar terhadap perekonomian masyarakat,” tutupnya.
Pada kesempatan itu, Bupati langsung memberikan instruksi
melalui Dinas PUPR untuk memprioritaskan Normalisasi sungai pada anggaran perubahan 2021.







