KATASUMBAR- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat menggandeng belasan media relations dalam membangun kemitraan strategis untuk memperluas penyampaian informasi program dan kinerja kepada masyarakat.
Kemitraan tersebut dibahas dalam Coffee Morning yang digelar Kakanwil Kemenag Sumbar Mustafa bersama belasan media relations di ruang rapat Kakanwil Kemenag Sumbar, Kamis (24/9/2026).
Dalam pertemuan itu, Mustafa didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Edison, jajaran kepala bidang dan pembimas.
Mustafa mengatakan, hubungan Kemenag dengan media bukan hubungan sepihak. Keduanya memiliki kebutuhan yang saling melengkapi dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Hubungan media relations dan Kemenag dalam konteks saling membutuhkan dapat dipahami sebagai bentuk kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Media butuh informasi dan akses, sementara Kemenag butuh publikasi dan diseminasi informasi di tengah masyarakat,” tegas Mustafa membuka pertemuan.
Menurutnya, Kemenag merupakan sumber informasi resmi terkait berbagai isu keagamaan, pendidikan agama, zakat, wakaf hingga kerukunan umat.
Media, kata dia, membutuhkan pernyataan dari pemangku kepentingan Kemenag agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pemangku kepentingan Kemenag dibutuhkan media untuk memberikan pernyataan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Isu keagamaan memiliki pembaca dan penonton yang besar dan loyal di Indonesia,” ujarnya.
Di sisi lain, Kemenag juga membutuhkan media sebagai sarana menyampaikan kebijakan dan program kepada masyarakat secara luas dan cepat.
“Termasuk manajemen isu dan krisis, edukasi publik, serta akuntabilitas publik. Bagaimanapun liputan media mendorong transparansi dan mendekatkan Kemenag dengan masyarakat,” jelasnya.
Mustafa menekankan, kemitraan tersebut harus dibangun dengan menjaga lima prinsip, yakni timbal balik, transparansi, independensi media, profesionalisme serta etika komunikasi.
“Keempat, profesionalisme, hubungan dibangun atas dasar kerja sama kelembagaan, bukan kepentingan pribadi. Kelima, etika komunikasi dan memahami SOP masing-masing, yang dikedepankan demi menjaga kode etik jurnalistik dan kode etik ASN,” paparnya.
Ia mengatakan, masukan dari media juga menjadi bagian penting bagi Kemenag dalam melihat persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat edukasi publik mengenai program prioritas, capaian dan inovasi.
Pertemuan perdana tersebut, lanjutnya, akan dilanjutkan dengan pembahasan teknis melalui pimpinan dan Tim Humas Kemenag Sumbar.
“Jubir kita di Kanwil Humas adalah Ketua Tim Humas. Sesuai SOP, informasi dan koordinasi melalui satu pintu,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Mustafa juga memaparkan struktur organisasi dan sejumlah capaian Kemenag Sumbar.
Ia menyebut, terdapat 1.254 madrasah di Sumatera Barat yang tersebar di 174 kecamatan. Jumlah tersebut terdiri dari 440 RA, 165 MIN, 425 MTs dan 224 MA.
Selain menjalankan tugas di bidang pendidikan, Kemenag juga memiliki fungsi keagamaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Mustafa kemudian memaparkan sejumlah program inovasi yang dijalankan Kanwil Kemenag Sumbar melalui Asta Protas.
Di antaranya Program Berani (Bedah Rumah Bina Penghuni) melalui Bidang Penaiszawa dan Program Karena (Kamis Rezeki Nyata Antar Sesama).
Program Karena telah dilaksanakan sebanyak 28 kali Kamis dan menyalurkan bantuan kepada 114 keluarga penerima paket dengan total Rp23.076.440.
“Ini sudah rutin dilakukan, dan ini dilakukan lintas agama. Seluruh ASN Kanwil Kemenag Sumbar kepada masyarakat,” ujarnya.
Program lainnya yakni Catin Nampak (Nampak Berdampak) dan Geber MAS (Gerakan Bersih-Bersih Masjid) dari Bidang Urais.
Bidang Pendidikan Madrasah juga menjalankan transformasi digital melalui Roblox STEM bagi guru dan siswa MA bekerja sama dengan Ruang Guru. Selain itu terdapat program ngaji kurikulum, satu pengawas minimal satu madrasah sebagai piloting KBC (Kurikulum Berbasis Cinta), serta rehabilitasi pascabencana pada 45 madrasah dan pondok pesantren.
Sementara Bidang Papkis menjalankan program LPQ Bersinar, pesantren ramah anak dan transformasi PKPPS menjadi SPS.
Untuk Bimas Hindu, terdapat program Utsawa Dharma Gita untuk meningkatkan kemampuan siswa memahami, menghafal dan melantunkan Dharma Gita. Sedangkan Bimas Buddha menjalankan program Karma Bhakti dengan kegiatan membersihkan kawasan Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara.
Dari sisi prestasi, Kemenag Sumbar mencatat sejumlah capaian pada 2026. Sebanyak enam penghargaan diraih guru dalam kompetisi internasional, 36 tingkat nasional dan 84 tingkat provinsi.
Prestasi siswa madrasah Sumbar juga tercatat sebanyak 122 juara pertama, 89 juara kedua dan 80 juara ketiga dalam berbagai even nasional dan internasional.
Selain itu, sebanyak 38 santri berlaga di tingkat internasional dan 19 di antaranya berhasil meraih gelar juara hingga harapan tiga.
Untuk bantuan pascabencana 2025, tercatat 13 masjid dan 16 mushala menerima bantuan pembangunan, rehabilitasi dan operasional.
Sedangkan KUA yang terdampak bencana banjir berjumlah tiga, yakni dua KUA di Kabupaten Pesisir Selatan dan satu KUA Ulakan Tapakis, Padang Pariaman.
Sementara itu, Kabid Urais Yosef Chairul mengatakan, pihaknya juga terus mendorong sosialisasi berbagai layanan KUA kepada masyarakat.
Ia menyebut, program nikah massal telah dilaksanakan terhadap 11 pasangan pada 2025 dan 21 pasangan pada 2026 di Masjid Nurul Iman.
“Saat ini terdapat 68 jenis layanan di KUA yang penting untuk disosialisasikan,” ujarnya.
Tahun ini, lanjut Yosef, Kemenag juga menggulirkan program Gas Nikah atau Gerakan Sadar Pencatatan Nikah bekerja sama dengan Komisi VIII DPR RI.
Untuk Sumatera Barat, program tersebut dilaksanakan di Pesisir Selatan, Padang dan Kota Sawahlunto.
Sementara Kabid Penmad Tan Gusli mengatakan, Kemenag juga mulai mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran melalui pelatihan Roblox dan artificial intelligence (AI) bagi siswa dan guru.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya menyikapi perkembangan teknologi pendidikan. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Ruang Guru dan diberikan secara gratis.
Selain itu, terdapat webinar transformasi asesmen pendidikan nasional 2026 serta Program Prioritas Presiden melalui PHTC yang menyasar 35 lembaga di Sumatera Barat.
Mustafa berharap kemitraan Kemenag dengan media dapat terus berlanjut sehingga informasi mengenai program dan capaian Kemenag semakin luas diterima masyarakat.






