AGAM,KLIKPOSITIF – Anggota DPR RI Ade Rezki Pratama menyoroti tingginya angka perceraian di Indonesia.
Dia mengatakan angka perceraian mencapai 400 ribu kasus. Hal ini disampaikan Politisi Gerindra itu dalam Program Sosialisasi Bangga Kencana di Nagari Padang Lua, Agam, Selasa 11 November 2025.
Salah satu faktor penyebab perceraian tersebut karena nikah terlalu dini.
“Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, kalau ingin berkeluarga, tentunya harus ada perencanaan yang matang,” ungkapnya.
Dia mengatakan perceraian atau pernikahan yang tidak bahagia, maka hal ini berpotensi membuat tumbuh kembang anak jadi terganggu.
“Jadi jangan sampai anak yang jadi korban. Sebab anak adalah tanggung jawab dari orang tua. Kalau belum sanggup punya anak, jangan dulu berumah tangga. Harus dipikirkan matang-matang,” ungkapnya.
Dia juga menjelaskan anak-anak yang lahir atau tumbuh dari kasus perceraian, berpotensi tinggi terkena stunting karena kurangnya perhatian dari orang tua.
“Kalau ini yang terjadi, tentu masa depan anak terganggu, kita tentu anak-anak ingin tumbuh cerdas,” katanya.
Pemerintah, kata Ade, melalui BKKBN, siap memberikan penyuluhan terhadap pasangan yang menikah lewat Program Bangga Kencana.
Selain itu, sebagai bentuk intervensi terhadap stunting, pemerintah juga telah melakukan program pemeriksaan kesehatan gratis atau pemberian MBG kepada ibu hamil atau balita.
(*)






