TANAH DATAR, KLIKPOSITIF – Puluhan ekor sapi di Kabupaten Tanah Datar terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) satu minggu jelang Idul Adha 1443 Hijriah.
Kondisi ini membuat peternak resah apalagi ternak yang mereka persiapkan untuk penjualan keperluan hewan kurban Idul Adha kemungkinan tidak bisa terjual kepada masyarakat yang ingin berkurban.
Penemuan puluhan ekor ternak sapi yang terserang PMK tersebut terjadi di Desa Padang Datar, Nagari Tanjung Barulak, Kecamatan Tanjuang Emas, Kabupaten Tanah Datar, Senin (4/7).
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tanah Datar, drh Roki Martarika.
“Benar, hari ini masuk laporan terkait kejadian banyaknya hewan ternak yang tiba-tiba sakit, dan setelah kami pantau langsung ke sana ternyata betul terindikasi virus PMK,” katanya pada KLIKPOSITIF, Senin (4/7).
Ia menambahkan, ini dugaannya karena sapi banyak yang lepas liar oleh para peternak.
Jumlah hewan ternak terinfeksi PMK
Menurutnya dari temuan lapangan hari ini, jumlah hewan ternak yang terindikasi PMK ada sebanyak 28 ekor.
“Ada 28 ekor yang kami data, karena lepas liar jadi penularannya cepat,” jelasnya.
Roki menambahkan, hewan yang terindikasi PMK tersebut adalah sapi peternak, tidak sapi yang sudah beli warga untuk kurban.
“Jadi sapi masih pada peternak, bukan sapi yang sudah dibeli untuk kurban,” tegasnya.
Antisipasi hewan kurban terserang PMK
Roki menjelaskan, pihaknya menyiapkan langkah untuk menjamin hewan kurban tidak terserang PMK.
“Kami melakukan langkah-langkah pencegahan terkait hal ini,” ujarnya.
Ia merinci, mulai dariย melakukan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) tentang PMK pada masyarakat, lalu membagikan disinfektan untuk peternak terdampak PMK, serta melakukan penyemprotan kandang bersama peternak.
“Kemudian tentu jelang idul adha ini melakukan pemeriksaan calon hewan Qurban sebelum hari H,” tegasnya.
Gejala PMK
Gejala pertama yang bisa terlihat kasat mata adalah, adanya bagian melepuh atau seperti sariawan pada mulut di sekitar gusi serta lidah.
Selanjutnya adanya lesi atau luka pada bagian kuku, baik kuku bagian atas maupun bagian bawah.
Akan tetapi untuk gejala umumnya yakni, hewan bisa mengalami demam tinggi sampai 41 derajat celcius, tidak nafsu makan, dan banyak keluar air liur atau hipersalivasi.
Tetapi tidak cukup dari kasat mata saja, jadi tetap harus cek dengan uji lab.







