Kamis, 23 Apr 2026 - 13:44 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Iza Fadri Berikan Kuliah Umum di UFDK Bukittinggi

Haswandi
Rabu, 29 Okt 2025 | 22:49 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Guru Besar Utama Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) – PTIK, Komjen Pol (P) Iza Fadri memberikan kuliah umum di Universitas Fort de Kock (UFDK) Bukittinggi.

Kuliah umum yang berlangsung pada Rabu 29 Oktober 2025 ini mengangkat tema ‘Pendidikan Akademik Untuk Menggali Potensi Diri dalam menyongsong Dunia Kerja’.

Menurut Iza Fadri, setiap persaingan, baik dalam dunia usaha maupun dunia kerja, kiatnya adalah harus lebih baik dari orang lain.

“Kita harus punya kompetensi yang lebih dari teman kita yang lain itu. Sehingga ketika ada persaingan, kita selalu mendapat keunggulan,” ujar Iza Fadri.

Menurutnya, kata kunci di sini adalah bagaimana untuk memenangkan persaingan.
Iza Fadri menilai, persaingan itu akan dimenangkan dengan cara mengembangkan diri.

“Mengembangkqn diri kita lewat apa, lewat pengetahuan dan kompetensi. Itu yang paling penting,” ujarnya.

Baca Juga

Kota Solok Pererat Kerjasama dengan Universitas Fort De Kock Bukittinggi

Sabtu, 28 Feb 2026 | 11:50 WIB

Begini Kualitas Hidup Penyandang Disabilitas Tunarungu di Bukittinggi

Senin, 9 Feb 2026 | 11:29 WIB

Ia juga berpesan kepada mahasiswa atau pencari kerja, untuk tidak takut menghadapi persaingan.

“Tapi bagaimana memenangkan persaingan itu, itu yang menjadi strategi kita sebagai manusia,” jelas Iza Fadri.

Terkait perkembangan teknologi yang berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), menurut Iza Fadri, tak perlu menganggap AI sebuah persaingan.

“AI ini jangan di anggap sebagai kompetisi, tapi dimanfaatkan,” tegasnya.

Iza Fadri menyebut, saat membimbing mahasiswa menyusun tesis dan disertasi, dirinya sering menyuruh mahasisnya melakukan cek tulisannya melalui AI.

“Nanti konstruksinya diuji dengan pola pikir. Jadi AI ini tidak sebagai kompetitor, tapi kita manfaatkan, termasuk juga dalam ilmu pendidikan,” papar Iza Fadri.

Tags: Iza FadriUFDK BukittinggiUniversitas Fort De Kock

Berita Lainnya

Kota Solok Pererat Kerjasama dengan Universitas Fort De Kock Bukittinggi

Sabtu, 28 Feb 2026 | 11:50 WIB

Begini Kualitas Hidup Penyandang Disabilitas Tunarungu di Bukittinggi

Senin, 9 Feb 2026 | 11:29 WIB

Neila Sulung Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UFDK Bukittinggi

Kamis, 20 Nov 2025 | 17:16 WIB

UFDK Bukittinggi Mewisuda Ratusan Sarjana Kebidanan dan Profesi

Rabu, 19 Nov 2025 | 08:04 WIB
Selanjutnya

Jasa Raharja Solok Ikut Serta Sosialisasikan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Padang Aro

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara