Sabtu, 07 Nov 2026 - 10:30 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Culture

I’tikaf Berjama’ah di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Diistilahkan ada 10 kolam yang di salah satu kolamnya banyak ikannya. Jika kita cari ikan di semua kolam tersebut, maka kemungkinan besar akan mendapatkan ikannya. Kalau pilih-pilih, belum tentu dapat

redaksi
Senin, 27 Mei 2019 | 10:48 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF — Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu, Lampung KH Ridwan Syuaib mengajak umat Islam untuk membiasakan i’tikaf di masjid pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan untuk menjemput malam Lailatul Qadar sekaligus meraih keutamaan dari malam 1000 bulan ini.

Walaupun di beberapa riwayat diterangkan bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam ganjil di akhir ramadhan, namun ia mengingatkan bahwa semua itu adalah kehendak dan rahasia Allah SWT. Sehingga akan lebih baik jika i’tikaf dilaksanakan di seluruh 10 malam di akhir Ramadhan.

“Diistilahkan ada 10 kolam yang di salah satu kolamnya banyak ikannya. Jika kita cari ikan di semua kolam tersebut, maka kemungkinan besar akan mendapatkan ikannya. Kalau pilih-pilih, belum tentu dapat,” terangnya di depan jama’ah Ngaji Ahad (Jihad) Ramadhan di aula kantor PCNU Pringsewu, Lampung, dilansir dari nu.or.id.

Untuk memberikan motivasi diri dalam beri’tikaf, perlu ada gerakan bersama-sama untuk melakukannya. Sehingga ia menilai positif langkah yang dilakukan oleh PCNU Pringsewu yang melakukan kegiatan safari i’tikaf di masjid-masjid yang ada di Kabupaten Pringsewu.

“I’tikaf berjama’ah di masjid bisa menjadi motivasi diri untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Akan beda semangatnya antara i’tikaf sendiri dengan i’tikaf berjama’ah,” ungkapnya.

Abah Ridwan, begitu ia biasa disapa, juga mengungkapkan beberapa tanda dan keutamaan malam Lailatul Qadar. Selain merupakan malam diturunkannya Al-Qur’an, pada malam itu Allah SWT juga menakdirkan segala urusan, hukum, rezeki dan ajal untuk jangka selama setahun.

Dalam Mu’jam at- Thabari al-Kabir lanjutnya, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menggambarkan suasana malam Lailatul Qadar itu dengan situasi langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.

“Malam harinya langit nampak bersih, tidak nampak awan sedikit pun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas. Siang harinya matahari bersinar tidak terlalu panas dengan cuaca sangat sejuk,” tambahnya.

Adapun ibadah yang bisa dilakukan pada malam itu lanjutnya, adalah berbagai ibadah shalat sunnah seperti shalat taubat, shalat hajat, shalat tasbih, shalat tahajud, dan sebagainya.

Baca Juga

Mahyeldi Ingatkan Generasi Muda Sumbar: Kuatkan Iman, Kuasai Ilmu, Jauhi Narkoba

Senin, 16 Mar 2026 | 06:54 WIB

Jalin Silaturahim Antar Konsumen, Fuso Berkah Ramadan 2026 Diadakan di Padang

Sabtu, 14 Mar 2026 | 08:01 WIB

Sesuai dengan hadits Nabi, lanjut Abah Ridwan, jika seseorang melaksanakan shalat dua rakaat di malam Lailatul Qadar, membaca surah Al Fatihah sekali dan Al Ikhlas tujuh kali dalam setiap rakaatnya, dilanjutkan dengan beristighfar 70 kali, makan ia tidak berdiri dari tempatnya melainkan telah diampuni oleh Allah dosa-dosanya dan dosa-dosa kedua orangtuanya.

Namun ia juga mengingatkan bahwa ada empat golongan yang dosanya tidak diampuni walaupun bertemu dengan malam mulia ini. Hal ini ditegaskan oleh malaikat Jibril bahwa Allah akan mengampuni dosa umat Nabi Muhammad, kecuali empat orang, yaitu pemabuk, pendurhaka orangtua, pemutus silaturahim dan orang yang suka berkelahi. (*)

Tags: IslamPuasaRamadan

Berita Lainnya

Mahyeldi Ingatkan Generasi Muda Sumbar: Kuatkan Iman, Kuasai Ilmu, Jauhi Narkoba

Senin, 16 Mar 2026 | 06:54 WIB

Jalin Silaturahim Antar Konsumen, Fuso Berkah Ramadan 2026 Diadakan di Padang

Sabtu, 14 Mar 2026 | 08:01 WIB
Bank Nagari

Bank Nagari Minta Nasabah Transaksi Nontunai Jelang Lebaran, Ini Alasannya

Sabtu, 28 Feb 2026 | 16:12 WIB

Penyakit Diabetes Melitus dan Keterkaitannya dengan Puasa

Kamis, 26 Feb 2026 | 08:09 WIB
Selanjutnya
Ilustrasi

Ini Kriteria Rumah, Rusun, dan Asrama yang Bebas PPN

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • ๐ŸŒŽ KlikPositif
  • ๐ŸŒŽ KataSumbar
  • ๐ŸŒŽ Classy FM
  • ๐ŸŒŽ Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

ยฉ 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara