Sabtu, 07 Nov 2026 - 12:14 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Peristiwa

Ini Koleksi Museum Tridaya Eka Dharma Bukittinggi yang Wajib Dikunjungi

Senjata yang disimpan di museum ini terdiri dari kategori tradisonal dan modern.

redaksi
Minggu, 16 Feb 2020 | 13:54 WIB
Pesawat AT 16 Harvard

Pesawat AT 16 Harvard (KLIKPOSITIF/ Hatta Rizal)

Share on FacebookShare on Twitter

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF—Bagi wisatawan yang datang ke Bukittinggi, tak ada salahnya singgah ke Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma. Lokasinya gampang dijumpai, yakni di seberang Taman Panorama dan Lubang Jepang Bukittinggi.

Sesuai Namanya, yakni Museum Perjuangan, tentunya koleksi museum berhubungan dengan zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Lantas, apa sajakah koleksi museum ini? Ada 8 jenis. Mari kita bahas satu-persatu.

Baca Juga

Pengerjaan Trotoar dan Drainase Jalan Soekarno Hatta Bukittinggi Ditargetkan Sesuai Waktu Kontrak

Jumat, 23 Okt 2026 | 19:09 WIB

Puluhan Tokoh Bukittinggi Berkunjung ke Aceh dan Jambi, Ini Harapan Wali Kota

Jumat, 16 Okt 2026 | 19:00 WIB

1.Pesawat Terbang AT 16 Harvard

Pesawat ini diterima TNI AU dari Militer Belanda pada thaun 1950. Mesin pembunuh ini masuk dalam skuadron 3 pemburu taktis di Lanud Bugid (Abdurrahman Saleh) Malang. Tahun 1958, digunakan dalam operasi penumpasan PRRI di Sumbar, daerah operasinya di Solok, Indaruang, Bukittinggi dan Payakumbuh. Setelah pension, pesawat ini disimpan di Lanud Husein Sastranegara Bandung sebelum dibawa ke Bukittinggi. Spesifikasi pesawat buatan Amerika ini dilengkapi 1 pucuk senapan caliber 1×7,7 mm dan di kedua sayapnya ada 4 roket yang menjadi andalan. Di Museum Tridaya Eka Dharma, pesawat ini terpajang di bagian depan, tampak sangat mencolok dengan moncong merahnya.

2. Relief

Di dinding bagian depan museum, terdapat sebuah relief yang menceritakan perjuangan rakyat Sumbar dan Riau sejak dahulu kala hingga zaman orde baru. Relief ini dibagi dalam 4 periode yakni sebelum proklamasi kemerdekaan, periode perang kemerdekaan, periode demokrasi liberal dan periode orde baru.

3.Senjata Tradisional dan Modern

Senjata yang disimpan di museum ini terdiri dari kategori tradisonal dan modern. Yang tradisional berupa sebuah pedang milik Datuk Putih/ Badie Sitengga zaman Paderi, lalu ada ruduih/parang yang digunakan dalam perang Manggopoh dan Lembing Sikujua dalam perang Kamang. Koleksi modernnya berupa pistol mitralyur, senanapan laras panjang, senapan mesin dan pistol Sungai Pua. Senajata modern itu umumnya berasal dari rebutan perang oleh tentara republik melawan penjajah.

4. Maket Situjuah

Maket ini menggambarkan sistuasi pengepungan Lembah Situjuah Kabupaten Lima Puluh Kota oleh Belanda pada Peristiwa Situjuah yang terkenal itu. 69 Tni atau pejuang syuhada atas peristiwa tersebut.

5. Pesawat Pemancar YBJ 6

Mungkin inilah benda paling berharga di museum. Pemancar ini digunakan rombongan Syafruddin Prawiranegara dalam pelariannya untuk berkomunikasi perwakilan Indonesia di India pada zaman PDRI Pemancar ini punya bobot 150 kilogram dan digotong secara manual oleh para pejuang melintasi rimba Sumatera Tengah. Sementara dari langit, pesawat tempur Belanda mengintai. Benda ini menjadi sarana untuk memberitahukan kepada dunia internasional jika Pemerintah Indonesia masih ada, kendati para pemimpinnya seperti Soekarno-Hatta sudah tertangkap.

6. Mesin Tempel Dholpin

Mesin ini ditempelkan pada perahu yang dipergunakan Jenderal Ahmad Yani dalam operasi pada 17 Agustus 1958.

7. Koleksi dari Timor-Timur

Koleksinya berupa hasil rampasan pada waktu Yonif 131/Barja Sakti melaksanakan Operasi Seroja di Timur-Timur seperti, senapan otomatis G-3/Getmi beserta Magazine, Senapan Mauser dan Parang. Koleksi lainnya adalah bendera Fretellin dan RDTL, tanda anggota Fretellin, pakaian dan mata uang.

8. Seragam Tentara Belanda

Ini merupakan seragam tentara KNIL Belanda dalam pangkat Sersan serta seragam loreng tentara KNIL Belanda di Indonesia pada tahun 1947-1949.

Mengunjungi museum dan melihat berbagai koleksinya, tentu akan membuat kita sadar betapa sulitnya perjuangan meraih kemerdekaan, dan tak ada salahnya mengunjungi museum untuk melihat nostalgia zaman perang. Museum ini dibuka untuk umum dan gratis.

Tags: BukittinggiMuseumSejarahWisata

Berita Lainnya

Pengerjaan Trotoar dan Drainase Jalan Soekarno Hatta Bukittinggi Ditargetkan Sesuai Waktu Kontrak

Jumat, 23 Okt 2026 | 19:09 WIB

Puluhan Tokoh Bukittinggi Berkunjung ke Aceh dan Jambi, Ini Harapan Wali Kota

Jumat, 16 Okt 2026 | 19:00 WIB

Porprov Sumbar 2026 Berakhir, Bukittinggi Raih 223 Medali

Rabu, 14 Okt 2026 | 21:09 WIB

Hasil Sementara Porprov Sumbar 2026, Atlet Bukittinggi Raih 39 Medali Emas

Jumat, 9 Okt 2026 | 21:54 WIB
Selanjutnya
Jembatan Merah jadi salah satu lokasi favorit pengunjung untuk berfoto.

Batang Agam Mulai Jadi Objek Wisata Favorit di Payakumbuh

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara