Minggu, 20 Sep 2026 - 12:46 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Ini Cerita Pendaki yang Terjebak Badai Selama 14 Jam di Puncak Gunung Marapi

Mereka berencana untuk mundur, tapi tidak pernah menemukan jalan

redaksi
Senin, 28 Nov 2016 | 20:55 WIB
Sejumlah pendaki bersama sejumlah Tim SAR berbincang-bincang usai turun gunung dengan selamat, Senin (28/11/2016)

Sejumlah pendaki bersama sejumlah Tim SAR berbincang-bincang usai turun gunung dengan selamat, Senin (28/11/2016) (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

Share on FacebookShare on Twitter

TANAH DATAR, KLIKPOSITIF — Tujuh pendaki asal Kabupaten Kampar-Riau yang masing-masingnya bernama Dio Vai (23), Iper (22),Andre (21) Ucup (20), Gopar (17), Adi (23) serta Akbar (19) mungkin tak akan pernah melupakan pengalaman saat mereka tersesat kedinginan di Gunung Marapi-Sumbar.

Ketua rombongan Dio Vai,yang punya pengalaman lebih dari rekannya yang lain karena sukses 4 kali menaklukan ganasnya Gunung Marapi sebelumnya, menceritakan pengalaman terjebak selama 14 jam di tengah kepungan angin kencang dan kabut tebal yang nyaris merenggut nyawa.

Baca Juga

Pameran Foto Jurnalistik Digelar di Istana Pagaruyung

Senin, 27 Jul 2026 | 23:23 WIB

Kabupaten Solok dan Tanah Datar Sepakat Serahkan Soal Batas Daerah ke Kemendagri

Senin, 6 Jul 2026 | 19:36 WIB

“Kami naik sejak hari Sabtu (26 November 2016) dengan perbekalan yang cukup,” ucap Dio saat ditemui KLIKPOSITIF di Posko Pendakian Marapi seusai diselamatkan Basarnas Padang dan Tim dari Posko Marapi, Senin 28 November 2016.

Setelah sempat tertunda akibat hujan, rombongan ini kata Dio sampai di puncak keesokan harinya.

Sampai di sana, rombongan memutuskan berkemah di Pintu Angin untuk selanjutnya  menuju Taman Edelweis. Sekian lama berjalan tiba-tiba muncul kabut tebal yang membuat jarak pandang menjadi satu meter, dan cuaca mendadak memburuk.

Dio dan rombongan berencana untuk memutuskan mundur. Namun rombongan tak pernah menemukan pintu turun di Pintu Angin.

“Rasanya kami beberapa kali  berputar-putar di tempat yang sama,” tambah Dio.

Saat itu, hari sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB, cuaca bertambah buruk dan membuat rombongan memutuskan berhenti untuk mencari jalan.

Sekian lama menunggu dan cuaca tak kunjung membaik, akhirnya pada pukul 21.00 WIB salah seorang rombongan berencana untuk menelepon Tim SAR, berharap mendapat pertolongan. Sayangnya, para pendaki ini lupa mencatat nomor handphone petugas dari Posko Pendakian. Beruntung mereka memiliki nomor anggota Tim SAR di Pekanbaru-Riau dan meminta pihak Tim SAR Pekanbaru memberitahu nasib mereka ke Tim SAR Gunung Marapi.

“Saat itu, kami hanya bawa perbekalan secukupnya, yang lain kami tinggal di Pintu Angin. Tenda juga kami tinggal,” tambahnya.

Kendati ada perbekalan yang dibawa saat terjebak, rombongan tak kuat menentang kerasnya alam.

“Dingin sekali bang, kami hanya bawa terpal kecil untuk berlindung,” sambungnya.

Saking dinginnya, ia mengaku  saling berpelukan satu sama lain untuk menjaga anggota rombongan agar tidak terus kedinginan dan agar tidak terpisah diantara pekatnya kabut.

“Kami berdoa di atas agar bisa ditemukan dalam kondisi selamat,” kenangnya.

Tengah malam, karena kebingungan dan kedinginan, rombongan mengaku mendengar suara-suara aneh tanpa diketahui siapa yang melakukannya.

“Ada suara teriakan, ada pula suara derap sepatu. Kami tak tahu itu siapa,” pungkasnya.

Kendati terjebak di tengah gunung selama 14 jam, rombongan ini mengaku sehat dan tidak terluka dan berhasil bertemu tim penyelamat pada pukul 05.00 WIB untuk selanjutnya turun dan sampai di posko sekitar pukul 12.00 WIB.

[Hatta Rizal]

Tags: Tanah Datar

Berita Lainnya

Pameran Foto Jurnalistik Digelar di Istana Pagaruyung

Senin, 27 Jul 2026 | 23:23 WIB

Kabupaten Solok dan Tanah Datar Sepakat Serahkan Soal Batas Daerah ke Kemendagri

Senin, 6 Jul 2026 | 19:36 WIB

Kabupaten Solok dan Tanah Datar Sepakat Dukung Pembangunan Batalyon TP 951

Senin, 29 Jun 2026 | 10:33 WIB

Bahas Sengketa Tapal Batas, Bupati Jon Pandu dan Eka Putra Minta Masyarakat Jaga Hubungan Kekeluargaan Bukik Kanduang-Simawang

Jumat, 12 Jun 2026 | 21:21 WIB
Selanjutnya
ilustrasi: Menurut sejarah suku Nias merupakan salah satu suku pertama yang menghuni Kota Padang

Nias, Salah Satu Suku Pertama Penghuni Kota Padang

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara