Sabtu, 07 Nov 2026 - 14:23 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi

Ini 4 Faktor Penghambat Efektifitas APBN

Empat faktor tersebut membuat tidak optimalnya belanja APBN untuk mendorong pertumbuhan ekonomi

redaksi
Selasa, 24 Okt 2017 | 10:30 WIB
Rapat Paripurna Pengesahan APBNP 2017 di DPR-RI

Rapat Paripurna Pengesahan APBNP 2017 di DPR-RI (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

EKONOMI, KLIKPOSITIF — Seorang ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani menilai, ada empat hal yang menghambat efektifitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Empat faktor tersebut membuat tidak optimalnya belanja APBN untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Keempat faktor itu adalah target belanja APBN yang terus meningkat, pajak yang terlalu fokus pada wajib pajak terdaftar, proses APBN-P yang tidak fleksibel dan pengawasan yang berkarakter watchdog.

Namun empat hal itu menurut dia sudah menjadi pertimbangan bagi Kementerian Keuangan RI untuk menjaga fluktuasi kinerja anggaran.

Baca Juga

Kinerja APBN Sumbar hingga 31 Mei 2026 Tetap Positif, Pendapatan Negara Tumbuh 6,89 Persen

Rabu, 1 Jul 2026 | 18:45 WIB

Kemenkeu Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir Kabupaten Solok

Rabu, 3 Des 2025 | 15:29 WIB

“Persoalannya adalah penerimaannya naik turun, pengeluarannya naik terus. Itu yang menjadi masalah kita. Namun saya lihat dua tahun terakhir sudah mulai berani untuk menurunkan target pengeluaran,” jelas Aviliani.

Kemudian ia juga menyebutkan bahwa permasalahan pajak yang lebih fokus mengejar wajib pajak terdaftar dirasa kurang efektif.

“Yang benar-benar dipotong dari kantornya, yang benar-benar dia membayar pajak tidak lebih dari 30%. Yang 70% ini adalah kebanyakan sektor informal. (Sekarang ini) yang dikejar-kejar adalah orang yang sudah bayar pajak. E-KTP akan menjadi nomor wajib pajak harus segera dilaksanakan,” paparnya.

Selain itu, proses APBN Perubahan (APBN-P) memerlukan persetujuan DPR juga dinilai menghambat fleksibilitas APBN untuk mengantisipasi perubahan ekonomi dan lingkungan yang semakin cepat.

“Ke depan dalam membuat APBN atau APBD itu perlu adanya keleluasaan untuk mengalihkan anggaran. Ekonomi bisa terganggu karena APBN-P itu butuh persetujuan dari DPR,” ucap dia.

Sementara itu, Aviliani juga menyoroti sistem pengawasan anggaran oleh KPK, BPK misalnya yang dirasakan masih bersifat watchdog. Hal itu kata bdia mengakibatkan ketakutan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membelanjakan anggarannya.

“KPK, BPK harus menjadi partner kalau ada temuan, beri tahu kesalahannya yang harus diperbaiki. Jadi, Kepala Daerah merasa nyaman bahwa fungsi pengawasan itu bukan hanya mencari kesalahan tapi juga memberikan masukan kepada daerah,” pungkasnya kemudian.(*)

Tags: ApbnApbnpKemenkeu

Berita Lainnya

Kinerja APBN Sumbar hingga 31 Mei 2026 Tetap Positif, Pendapatan Negara Tumbuh 6,89 Persen

Rabu, 1 Jul 2026 | 18:45 WIB

Kemenkeu Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir Kabupaten Solok

Rabu, 3 Des 2025 | 15:29 WIB

Sudahkah Perlinsos Belanja Wajib Menjadi ‘Bantalan’ Masyarakat Sumbar?

Selasa, 22 Nov 2022 | 14:21 WIB
Program Subsidi Tepat

Politisi PAN: Menaikkan Harga BBM Saat Ini Tidak Rasional

Jumat, 26 Agu 2022 | 12:15 WIB
Selanjutnya
Syafri Novel alias Mak Ipin

Unik, Pria Ini Bisa Memainkan Saluang Hanya Menggunakan Bibir

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara