PADANG, KLIKPOSITIF — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Sabtu (10/10/2026) siang memicu banjir dan galodo di sejumlah wilayah. Luapan beberapa aliran sungai menyebabkan permukiman warga terdampak, terutama di Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo.
Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan Pemerintah Kota Padang untuk melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Langkah ini diprioritaskan untuk memastikan keselamatan warga, terutama mereka yang berada di kawasan rawan banjir dan membutuhkan pertolongan segera.
Tim gabungan yang diterjunkan terdiri dari personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan. Upaya penanganan tersebut juga mendapat dukungan dari unsur TNI dan Polri.
Fadly Amran mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi kembali menimbulkan dampak terhadap sejumlah kawasan di Kota Padang. Bahkan, beberapa pekerjaan rehabilitasi yang dilakukan setelah bencana pada November 2025 dan Agustus 2026 turut terdampak akibat kejadian terbaru ini.
“Hujan deras kembali melanda Kota Padang, dan beberapa pekerjaan rehabilitasi dari bencana November 2025 dan Agustus 2026, ikut terdampak,” ujar Fadly Amran.
Menurutnya, pemerintah kota saat ini memusatkan perhatian pada upaya penyelamatan masyarakat yang berada di lokasi terdampak. Keselamatan warga menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang memicu luapan sungai dan genangan di sejumlah permukiman.
“Fokus saat ini melakukan evakuasi bagi warga yang membutuhkan, yang sudah dilakukan oleh Tim Gabungan Pemko Padang yang juga didukung oleh unsur TNI-Polri, dan kita juga berkoordinasi dengan BASARNAS jika membutuhkan dukungan lebih lanjut,” katanya.
Berdasarkan pendataan sementara, dampak banjir dilaporkan terjadi di sejumlah titik dengan kondisi dan kebutuhan penanganan yang berbeda. Di kawasan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, diperkirakan sebanyak 40 kepala keluarga (KK) terdampak banjir.
Sementara itu, di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, sebanyak 35 orang dilaporkan telah dievakuasi. Proses penyelamatan juga dilakukan di kawasan Lumin Park, dengan jumlah warga yang dievakuasi diperkirakan mencapai 40 orang.
Di Kecamatan Nanggalo, tepatnya di kawasan Tabiang Banda Gadang, warga melakukan evakuasi secara mandiri untuk menghindari dampak banjir. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di sejumlah wilayah harus bergerak cepat menyesuaikan diri dengan situasi yang berkembang akibat hujan deras.
Pemerintah Kota Padang melalui tim gabungan terus melakukan penanganan di lokasi terdampak, termasuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan dan memastikan proses evakuasi berlangsung dengan dukungan personel lintas instansi. Koordinasi juga disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya kebutuhan personel maupun peralatan penyelamatan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat respons terhadap bencana, mengingat banjir yang dipicu luapan sungai dapat berkembang dengan cepat dan membahayakan warga, khususnya mereka yang tinggal di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan bencana.
Di sisi lain, dampak terhadap pekerjaan rehabilitasi pascabencana sebelumnya menjadi perhatian tersendiri. Bencana yang kembali terjadi berpotensi memengaruhi upaya pemulihan yang telah berjalan, sehingga penanganan darurat dan evaluasi kondisi di lapangan menjadi penting untuk menentukan langkah berikutnya.
Hingga pendataan sementara dilakukan, jumlah warga terdampak dan kebutuhan evakuasi masih menjadi perhatian tim di lapangan. Pemerintah Kota Padang terus memprioritaskan keselamatan masyarakat serta menyiapkan koordinasi lanjutan dengan BASARNAS apabila diperlukan dukungan tambahan.
Warga yang berada di kawasan rawan banjir diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika hujan deras berlangsung, terutama jika terjadi kenaikan debit air sungai. Masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan petugas dan segera menjauh ke tempat yang lebih aman apabila kondisi di sekitar tempat tinggal mulai membahayakan.
Pemerintah Kota Padang menegaskan bahwa penanganan darurat akan difokuskan pada penyelamatan warga dan respons terhadap dampak bencana. Langkah lanjutan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi serta hasil pendataan di masing-masing wilayah terdampak.













