Minggu, 26 Jul 2026 - 10:30 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi Bisnis

Harga Pertamax di Sumbar Termahal Dibanding Daerah Lain, Kadis ESDM: Kewenangan Pertamina

Kiki Julnasri
Rabu, 10 Jun 2026 | 15:13 WIB
Antrian pembeli Pertamax di SPBU Padang, Rabu (10/6/2026)

Antrian pembeli Pertamax di SPBU Padang, Rabu (10/6/2026)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF- PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax mulai Rabu (10/6/2026). Berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Pertamina, harga Pertamax di Sumatera Barat mencapai Rp17.000 per liter.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat, Helmi Heriyanto, mengatakan penetapan harga BBM non-subsidi sepenuhnya menjadi kewenangan Pertamina melalui mekanisme tata niaga perusahaan, sehingga pemerintah daerah tidak dapat melakukan intervensi.

“Kalau untuk harga BBM non-subsidi itu kewenangan tata niaga Pertamina. Jadi murni berdasarkan mekanisme yang berlaku di Pertamina,” ungkapnya kepada Katasumbar.

Ia menjelaskan, tingginya harga Pertamax di Sumbar dibandingkan sejumlah daerah lain dipengaruhi oleh besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Menurutnya, PBBKB untuk BBM non-subsidi di Sumbar ditetapkan sebesar 10 persen. Besaran pajak tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga Pertamax di Sumbar lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

Sebagai perbandingan, harga Pertamax di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) berada di angka Rp16.250 per liter.

Baca Juga

SPBU di Sumbar (Klikpositif.com

ESDM Sumbar Beberkan Penyebab Antrean Panjang BBM, Tiga Jalur Distribusi Lumpuh

Selasa, 7 Jul 2026 | 10:30 WIB
Antrian pembeli Pertamax di SPBU Padang, Rabu (10/6/2026)

Pertamina Respons Permintaan Tambahan Kuota Pertalite untuk Sumbar

Rabu, 17 Jun 2026 | 11:43 WIB

Sementara di Aceh, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau (FTZ) dipatok Rp16.600 per liter. “Kalau di Sumbar PBBKB-nya 10 persen. Itu yang membuat harganya lebih tinggi dibandingkan daerah lain,” jelasnya.

Terkait potensi peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite akibat kenaikan harga tersebut, Pemprov Sumbar bersama Pertamina tengah membahas kemungkinan penambahan kuota Pertalite untuk tahun 2026.

“Saat ini kami sedang melakukan pembahasan dan kalkulasi bersama Pertamina. Usulan penambahan kuota berkisar antara 8 hingga 15 persen,” katanya.

Ia menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi meningkatkan konsumsi Pertalite. Karena itu, selain mengusulkan penambahan kuota, pemerintah juga akan memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi agar tetap tepat sasaran.

“Kami mengantisipasi adanya peralihan pengguna Pertamax ke Pertalite. Karena itu pengawasan akan diperketat, dan penambahan kuota juga akan kami usulkan. Biasanya usulan disampaikan sekitar Juli atau Agustus, namun saat ini masih dihitung kembali karena kenaikan harga baru berlaku pada Juni,” tutupnya.

Tags: Dinas ESDM SumbarHarga Pertamax NaikMyPertaminaPertamax

Berita Lainnya

SPBU di Sumbar (Klikpositif.com

ESDM Sumbar Beberkan Penyebab Antrean Panjang BBM, Tiga Jalur Distribusi Lumpuh

Selasa, 7 Jul 2026 | 10:30 WIB
Antrian pembeli Pertamax di SPBU Padang, Rabu (10/6/2026)

Pertamina Respons Permintaan Tambahan Kuota Pertalite untuk Sumbar

Rabu, 17 Jun 2026 | 11:43 WIB
Bawang Putih di Pasar Raya Padang, Selasa (16/6/2026)

Pasca Kenaikan Pertamax, Pedagang di Padang Pasar Raya Sebut Tingkat Pembeli Ikut Menurun

Selasa, 16 Jun 2026 | 18:37 WIB
Kadis ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto

Antisipasi Lonjakan Konsumsi, Pemprov Sumbar Usulkan Tambahan Kuota Pertalite hingga 15 Persen

Jumat, 12 Jun 2026 | 08:00 WIB
Selanjutnya

Gangguan Tidur Meningkat Seiring Bertambahnya Usia

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara