Solok, Klikpositif – Pemerintah Kabupaten Solok bersama BNPB melakukan verifikasi dan validasi terhadap data rumah masyarakat yang terdampak bencana galodo, Sabtu (26/9/2026) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah. Verifikasi tersebut untuk memastikan jumlah rumah yang terdampak dan langkah penanganan yang akan dilakukan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Solok, Retny Humaira, menyampaikan, proses verifikasi perlu dilakukan secara berlapis untuk memastikan setiap data yang diajukan benar-benar sesuai dengan kondisi dan memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
“Kita berharap seluruh pihak terkait dapat membantu melakukan verifikasi secara berlapis, sehingga rumah masyarakat yang terdampak bencana galodo dapat ditangani dan mendapatkan bantuan sesuai dengan kriteria serta ketentuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Data sementara, terdapat 87 unit rumah masyarakat yang terdampak langsung bencana Galodo. Dari jumlah itu, 19 unit mengalami kerusakan berat, 16 unit rusak sedang dan 52 unit mengalami rusak ringan. Selain rumah warga, galodo juga merusak 10 gedung perkantoran dan juga satu unit masjid.
Kepala BPS Kabupaten Solok, Bambang Suryanggono, mengatakan bahwa penyelesaian proses verifikasi dan validasi data menjadi hal penting sebelum dilakukan sinkronisasi data secara lebih lanjut.
Ia berharap keseluruhan proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga BPS dapat membantu dalam proses sinkronisasi menuju data tunggal. Dengan demikian, data penerima bantuan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana dapat lebih akurat dan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
Perwakilan BNPB, Didien Julianda Novanti, dalam kesempatan tersebut mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Solok dapat segera menuntaskan proses verifikasi dan validasi data rumah terdampak.
Menurutnya, kelengkapan dan ketepatan data menjadi bagian penting dalam mendukung proses penanganan pascabencana, khususnya terhadap masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana galodo.
“Data ini diharapkan dapat segera dituntaskan oleh pemerintah daerah, sehingga proses penanganan terhadap rumah masyarakat yang terdampak bencana dapat segera dilakukan,” ujarnya.






