Jumat, 07 Agu 2026 - 09:07 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Gangguan Mental yang Tidak Selalu Memiliki Gejala Sama

Fitria Marlina
Jumat, 7 Agu 2026 | 07:06 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Depresi merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang dapat dialami siapa saja. Namun, para ahli mengingatkan bahwa depresi bukanlah kondisi yang memiliki bentuk atau gejala yang sama pada setiap orang. Gangguan ini memiliki beberapa jenis dengan karakteristik, tingkat keparahan, dan durasi yang berbeda.

Salah satu jenis yang paling umum adalah depresi mayor (major depressive disorder/MDD). Kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih yang sangat mendalam, kehilangan harapan, atau putus asa yang berlangsung setidaknya selama dua minggu. Dalam banyak kasus, gejala dapat bertahan lebih lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga memerlukan penanganan medis.

Selain itu, terdapat gangguan bipolar, yang sebelumnya dikenal sebagai manic depression. Gangguan ini ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem, mulai dari fase mania atau perasaan sangat bersemangat dan berenergi hingga fase depresi yang berat. Gangguan bipolar terbagi menjadi dua tipe utama, yaitu bipolar tipe I yang ditandai setidaknya satu episode mania, serta bipolar tipe II yang ditandai episode hipomania dan depresi tanpa pernah mengalami mania penuh.

Para ahli menjelaskan bahwa sebagian besar penderita bipolar lebih sering mengalami fase depresi dibandingkan fase mania. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko bunuh diri apabila tidak ditangani dengan baik.

Jenis lainnya adalah persistent depressive disorder (PDD) atau yang sebelumnya dikenal sebagai distimia. Gangguan ini memiliki gejala yang umumnya lebih ringan dibandingkan depresi mayor, tetapi berlangsung lebih lama, bahkan dapat dirasakan selama bertahun-tahun. Banyak penderita menggambarkan kondisi ini sebagai perasaan murung yang datang dan pergi dalam waktu yang panjang.

Baca Juga

Studi Ungkap Yogurt Berpotensi Bantu Turunkan Risiko Kanker Usus Besar

Jumat, 5 Jun 2026 | 13:04 WIB

Positifers, Ini Tips Mencintai Diri Sendiri

Kamis, 31 Agu 2023 | 07:57 WIB

Depresi juga dapat dialami perempuan selama masa kehamilan maupun setelah melahirkan. Kondisi yang dikenal sebagai peripartum depression atau postpartum depression ini ditandai munculnya gejala depresi dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah persalinan. Gangguan tersebut berbeda dengan baby blues, yaitu perubahan emosi ringan yang umum terjadi setelah melahirkan dan biasanya membaik dalam beberapa minggu. Diperkirakan sekitar 15 persen ibu baru mengalami depresi pascamelahirkan yang memerlukan perhatian dan penanganan profesional.

Sementara itu, terdapat pula seasonal affective disorder (SAD) atau depresi musiman. Gangguan ini umumnya muncul pada musim dingin ketika paparan sinar matahari berkurang. Dalam dunia medis, kondisi tersebut juga dikenal sebagai depresi mayor dengan pola musiman.

Pakar kesehatan mental menekankan pentingnya mengenali berbagai bentuk depresi agar penderita dapat memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat. Penanganan sejak dini dinilai dapat membantu mengurangi dampak depresi terhadap kualitas hidup serta mencegah komplikasi yang lebih serius.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak menganggap depresi sebagai sekadar rasa sedih biasa. Apabila gejala berlangsung terus-menerus, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau memengaruhi hubungan sosial dan pekerjaan, penderita disarankan segera mencari bantuan dari tenaga kesehatan atau profesional kesehatan mental.

Tags: Gangguan MentalHeath

Berita Lainnya

Studi Ungkap Yogurt Berpotensi Bantu Turunkan Risiko Kanker Usus Besar

Jumat, 5 Jun 2026 | 13:04 WIB

Positifers, Ini Tips Mencintai Diri Sendiri

Kamis, 31 Agu 2023 | 07:57 WIB
Ilustrasi bipolar.

Apa itu Bipolar, Gejala dan Tipe-tipenya

Jumat, 23 Sep 2022 | 17:12 WIB
Tape

Tape Ketan Bisa Jadi Cemilan Sehat, Ternyata Ini Sejumlah Manfaatnya

Jumat, 15 Okt 2021 | 12:38 WIB
Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara