KLIKPOSITIF– Festival Budaya Nagari Creative Hub (NCH) Sikalang, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, menjadi ruang promosi produk UMKM sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.
Festival yang digelar di Nagari Sikalang, Kamis (17/9/2026), tersebut menghadirkan beragam produk ekonomi kreatif dan pertunjukan seni budaya yang melibatkan masyarakat, termasuk generasi muda.
Kepala Desa Sikalang Lambang Wicaksono mengatakan festival menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM dan masyarakat untuk memperkenalkan berbagai potensi lokal kepada publik.
“Festival menghadirkan peragaan busana batik khas dan produk lokal Sikalang, pasar kuliner jadoel dan tradisional, serta pentas seni berupa tari kolosal, tari batik, teater bahasa Tangsi, kuda kepang, musik keroncong, rebana, dan barzanji,” kata Lambang, Senin.
Menurutnya, pelaksanaan festival turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha kuliner dan ekonomi kreatif.
Selain membuka ruang transaksi, kegiatan tersebut juga melibatkan generasi muda dalam proses perencanaan hingga pengemasan acara. Keterlibatan itu dinilai memberikan pengalaman baru bagi anak muda dalam mengelola kegiatan sekaligus mengembangkan potensi lokal.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Ahmad Zakri mengatakan NCH Sikalang dapat menjadi contoh pengembangan Nagari Creative Hub di daerah lain karena menggabungkan potensi budaya, UMKM, kreativitas masyarakat dan teknologi digital.
“NCH dijalankan melalui sistem kolaborasi dengan pembagian tugas yang konkret dan adaptif bagi pihak terkait. Festival Budaya menjadi salah satu kegiatan untuk mempromosikan dan mendiseminasikan NCH kepada publik sekaligus menjadi etalase yang menunjukkan aktivitas NCH,” ujarnya.
Ia mengatakan pengembangan NCH menempatkan ekonomi sebagai salah satu inti kegiatan. Sementara pelestarian budaya dan pengembangan produk lokal menjadi bagian dari ekosistem yang dapat membuka akses pemasaran lebih luas.
Menurut Ahmad, pemanfaatan teknologi digital memungkinkan produk UMKM dan kekayaan budaya Sikalang dipromosikan tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga ke pasar provinsi, nasional hingga global.
“Melalui pendekatan ini NCH mempertemukan potensi budaya, pelaku UMKM, kreativitas masyarakat, dan teknologi digital dalam satu ekosistem promosi. Festival menjadi ruang pertemuan secara langsung, sedangkan kanal digital digunakan untuk memperluas pengenalan produk dan kekayaan lokal kepada pasar,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto Ny. Yori Gemitia Riyanda mengatakan Festival Budaya NCH Sikalang menjadi momentum untuk memperkuat promosi ekonomi kreatif yang berbasis budaya lokal.
Dekranasda Kota Sawahlunto, kata dia, siap memberikan pendampingan dan mendukung pengembangan kegiatan serupa, termasuk melakukan evaluasi bersama pihak terkait.
“Evaluasi diperlukan untuk merancang penguatan kegiatan sehingga dampak dan jangkauan promosi produk UMKM serta budaya lokal dapat diperluas,” ujarnya.






