Rabu, 09 Sep 2026 - 07:17 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Empat Tahun Berjalan Asuransi Ternak Sapi di Pessel Baru 4.270 Ekor, Ternyata Ini Penyebabnya

Khusus bagian wilayah selatan, seperti Tapan itu masih rendah. Pasalnya, di wilayah ini kebiasaan masyarakat masih banyak beternak dengan cara lepas

redaksi
Rabu, 10 Feb 2021 | 14:05 WIB
Kepala Disnakkeswan Pessel, Efrianto Z

Kepala Disnakkeswan Pessel, Efrianto Z (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

Share on FacebookShare on Twitter

PESSEL, KLIKPOSITIF– Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat mengungkapkan, pengembangan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) masih banyak terkendala kriteria di daerah itu.

Kepala Disnakkeswan Pessel, Efrianto Z mengaku, sejak AUTS mulai diprogramkan di Pessel setiap tahun selalu mengalami peningkatan. Namun, kendati demikian tetap saja belum seluruh peternak yang bisa mengajukan AUTS.

\”Khusus bagian wilayah selatan, seperti Tapan itu masih rendah. Pasalnya, di wilayah ini kebiasaan masyarakat masih banyak beternak dengan cara lepas,\” ungkapnya pada KLIKPOSITIF.

Ia menjelaskan, sesuai kriteria pengajuan ATUS, selain kriteria ternak, soal pengelolaan juga masuk dalam syarat untuk pengajuan. Sebab, hewan ternak yang diasuransikan harus dikelolah dengan baik.

\”Karena dalam proses asuransi ini harus ada aturannya dikelolah dengan baik. Baru dari sana, ada dokumen dan lainnya,\” terangnya.

Sepanjang lima tahun terakhir, sejak 2017 Disnakkeswan mencatat realisasi ATUS di Pessel sudah mencapai 4270 ekor dengan total klaim sebanyak 113 ekor dengan total asuransi yang diserahkan mencapai Rp1, 3 miliar lebih.

Ia mengatakan, klaim asuransi diserahkan langsung kepada rekening pemilik ternak dengan kriteria tanggungan mulai dari mati karena beranak, mati karena sakit, kecelakaan dan hilang karena dicuri dan potong paksa karena alasan sakit.

\”Resiko yang ditanggung karena penyakit, mati melahirkan, mati karena kecelakaan itu Rp10. Kalau hilang Rp 7 juta dan potong paksa 5 juta,\” jelasnya.

Menurutnya, dengan klaim asuransi sebesar itu peternak hanya membayar premi Rp 40 ribu per tahun. Sedangkan Rp160 ribu ditanggung pemerintah.

Baca Juga

Pengusaha Dapur MBG di Pessel Laporkan Rekan Bisnis ke Polisi, Klaim Rugi Rp1 Miliar

Selasa, 23 Jun 2026 | 12:29 WIB
Bank Nagari

Dorong Digitalisasi Keuangan, Pemkab Pessel Gandeng Bank Nagari

Senin, 4 Mei 2026 | 00:47 WIB

\”Ya, karena ini program pemerintah untuk perlindungan usaha peternak. Jadi dari Rp200 ribu preminya, Rp 160 ribu ditanggung pemerintah,\” tutupnya.

Diketahui, AUTS adalah merupakan salah satu program pemerintah untuk melindungi usaha peternak dalam bentuk rugi. Peruntukan khusus bagi sapi atau kerbau betina dalam kondisi sehat dengan kriteria umur minimal satu tahun masih produktif; dan sapi perah kondisi sehat dibuktikan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari petugas.

Tags: asuransidaerahhewanNasionalPesselsapiTernakTernak Sapi

Berita Lainnya

Pengusaha Dapur MBG di Pessel Laporkan Rekan Bisnis ke Polisi, Klaim Rugi Rp1 Miliar

Selasa, 23 Jun 2026 | 12:29 WIB
Bank Nagari

Dorong Digitalisasi Keuangan, Pemkab Pessel Gandeng Bank Nagari

Senin, 4 Mei 2026 | 00:47 WIB

Rakor di Pesisir Selatan, Sekdaprov Sumbar Dorong Hilirisasi Produk Unggulan Daerah

Senin, 16 Mar 2026 | 23:45 WIB

Gempa 4,2 Guncang Pesisir Selatan, Getarannya Terasa Hingga Padang

Kamis, 22 Jan 2026 | 09:48 WIB
Selanjutnya
Roza Mardiah, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Tanah Datar

Di Tanah Datar, 1.001 Orang Sudah Sembuh COVID-19 dari 1.170 Kasus Positif

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara