Sabtu, 07 Nov 2026 - 13:24 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Peristiwa

Dinas Pertanian Padang: Tak Ada Penyebaran Rabies Selama Pandemi

Dinas Pertanian Kota Padang menyebut tidak ada kasus positif rabies sejak dua tahun belakangan.

redaksi
Jumat, 8 Okt 2021 | 11:14 WIB
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF– Dinas Pertanian Kota Padang menyatakan tidak ada kasus rabies Selama pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak 2020 lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan hewan Dinas Pertanian Kota Padang Sovia Heriani mengatakam bahwa tidak ada kasus positif rabies sejak dua tahun belakangan. “Hasil pemeriksaan kita di laboratorium, selama dua tahun ini tidak ada kasus positif rabies yang ditemukan,” katanya.

Baca Juga

Pegadaian Gandeng FORTEGIF Kembangkan Pertanian Organik di Padang Lewat Program TGIF

Kamis, 29 Okt 2026 | 17:45 WIB

IDI Padang Gelar PIT 2026, Tingkatkan Kompetensi Dokter Tangani Kegawatdaruratan

Kamis, 29 Okt 2026 | 16:04 WIB

Namun Dinas Pertanian masih banyak menerima laporan adanya kasus hewan, kucing atau anjing yang menggigit manusia. Sebagai antisipasi penularan infeksi rabies, korban tersebut diminta melakukan suntik vaksin anti rabies melalui dinas kesehatan. “Kasus hewan gigit manusia ini sebagian juga bentuk perlindangan diri hewan,” ungkapnya.

Sovia mengatakan, masa mengamati hewan tersebut apakah mengidap rabies atau tidak dilakukan selama empat belas hari setelah mengiggit. “Jika selama empat belas hari itu, hewan itu mati maka itu rabies karena ada kelumpuhan otaknya,” ujarnya.

Sovia Heriani mengatakan, selama tahun 2020 dinas pertanian mendata sebanyak sebanyak 150 laporan hewan mengigit manusia. Sementara tahun 2021 ini, laporan hewan menggigit manusia sebanyak 180 laporan.

“Semua laporan tersebut setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan adanya kasus positif rabies,” ungkapnya.

Tags: kesehatanPadangPertanian

Berita Lainnya

Pegadaian Gandeng FORTEGIF Kembangkan Pertanian Organik di Padang Lewat Program TGIF

Kamis, 29 Okt 2026 | 17:45 WIB

IDI Padang Gelar PIT 2026, Tingkatkan Kompetensi Dokter Tangani Kegawatdaruratan

Kamis, 29 Okt 2026 | 16:04 WIB

Dari Sampah Menjadi Pupuk, Petani Payakumbuh Perkuat Pertanian Berkelanjutan

Rabu, 28 Okt 2026 | 16:36 WIB

Fakultas Pertanian Unand Dorong Petani Gunakan Bakteri Endofit Untuk Padi Sehat

Senin, 26 Okt 2026 | 12:02 WIB
Selanjutnya
Ketua IMI Sumbar Defri Nasli

Dua Atlet Bermotor Kelas Motor Cross Targetkan Medali PON Papua XX

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara