Rabu, 09 Sep 2026 - 07:30 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Dinas Perikanan Pessel Dorong Pengusaha Kapal Beri Asuransi untuk ABK

Dinas Perikanan (DP) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mendorong pemilik atau pengusaha kapal untuk mendaftarkan seluruh anak buah kapal (ABK) masuk asuransi nelayan. Sebab, dari 18 ribu nelayan yang tercatat, hanya 1001 yang aktif berasuransi hingga kini.

redaksi
Rabu, 5 Feb 2020 | 17:57 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PESSEL, KLIKPOSITIF –Dinas Perikanan (DP) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mendorong pemilik atau pengusaha kapal untuk mendaftarkan seluruh Anak Buah Kapal (ABK) masuk asuransi nelayan. Sebab, dari 18 ribu nelayan yang tercatat, hanya 1.001 yang aktif berasuransi hingga kini.

Data Dinas Perikanan Pesisir Selatan, dari 1.001 yang aktif itu, 916 merupakan premi subsidi dari pemerintah. Sedangkan 85 lainnya merupakan nelayan yang mendaftar jalur mandiri.

Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan, Firdaus, rendahnya jumlah peserta asuransi nelayan di daerah dipicu minimnya kesadaran sendiri. Sebab, sejak 2015 lalu disosialisasikan, namun tidak banyak yang mendaftar.

“Asuransi ini sangat penting, jadi karena itu kita mendorong pengusaha dan pemilik kapal untuk tidak mengabaikannya. Sebab, kapal di atas 10 GT seharusnya ditanggung oleh pengusaha bagan,” ungkapnya kepada KLIKPOSITIF, Rabu, 5 Februari 2020.

Ia mengatakan, untuk program asuransi nelayan, tidak hanya mendaftarkan jalur mandiri, tetapi juga ada yang disubsidi pemerintah setiap tahun.

Katanya, untuk subsidi diatur atas Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Nomor : 2/PER-DJPT/2019 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Premi Asuransi Nelayan. Premi yang disubsidi pemerintah merupakan nelayan yang menggunakan kapal paling besar berukuran 10 gross tonnage (GT). Sedangkan kapal dengan ukuran 25 GT ke atas itu diwajibkan pada pemilik dan pengusaha kapal.

“Kalau subsidi hanya premi pendaftaran. Tapi setelah itu bayar sendiri dan setiap tahun ada. Tapi, banyak yang tidak memperpanjang,” terangnya.

Ia menjelaskan, sepanjang periode 2018-2019 Pemkab Pessel mendapat kuota premi gratis dari pemerintah pusat sebanyak 1.000. Yang lolos verifikasi hanya 916, dan itulah data yang paling banyak aktif saat ini.

Pertahun katanya, iuran paling tinggi yang dikeluarkan setelah dibayarkan premi pemerintah hanya Rp175 ribu. Sedangkan, untuk jalur mandiri, paling rendah bisa Rp100 ribu. Namun, klaim yang diterima tergantung dari jumlah iuran yang dibayarkan pertahun.

Baca Juga

Dorong Sektor Industri Makin Produktif, PLN Sukses Nyalakan Daya 555.000 VA PT Incasi Raya Sodetan POM

Sabtu, 4 Jul 2026 | 08:49 WIB

Pengusaha Dapur MBG di Pessel Laporkan Rekan Bisnis ke Polisi, Klaim Rugi Rp1 Miliar

Selasa, 23 Jun 2026 | 12:29 WIB

“Andai kata nelayan kita aktif pada iuran Rp 175.000 itu kalau meninggal di laut itu dapat Rp200 juta. Kalau mengalami sakit akibat kecelakaan, itu Rp160 juta,” terangnya.

Lanjutnya, penerapan program asuransi perlu menjadi perhatian bagi nelayan setempat. Sebab, asuransi untuk menjamin jiwa sendiri ketika mendapat kecelakaan laut.

“Sebenarnya kalau ingin, tidak terlalu berat. Tapi, kesadaran tadi. Kita tidak bisa berbuat banyak,” terangnya.

Sebelumnya, Dinas Perikanan (DP) Pesisir Selatan mencatat dari 139 orang nelayan yang mengalami kecelakaan laut, Rabu 29 Januari 2020 lalu, tidak satu-pun terdaftar sebagai peserta asuransi nelayan di daerah itu.

Dilaporkan, sebanyak 139 orang mengalami kecelakaan tersebut, diantaranya 31 orang nelayan asal Batangkapas, 30 asal Linggo Sari Baganti, 57 asal Koto XI Tarusan dan 21 orang dari Sutera.

Tags: AbkasuransiLautPesisir SelatanPessel

Berita Lainnya

Dorong Sektor Industri Makin Produktif, PLN Sukses Nyalakan Daya 555.000 VA PT Incasi Raya Sodetan POM

Sabtu, 4 Jul 2026 | 08:49 WIB

Pengusaha Dapur MBG di Pessel Laporkan Rekan Bisnis ke Polisi, Klaim Rugi Rp1 Miliar

Selasa, 23 Jun 2026 | 12:29 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan di Pesisir Selatan, Ringankan Beban Masyarakat

Jumat, 19 Jun 2026 | 15:37 WIB
Korban saat dievakuasi warga, Selasa (19/5/2026), sore

Kapal Payang Pembawa 1 Ton Ikan Terbalik di Pessel, Seorang ABK Meninggal Dunia

Selasa, 19 Mei 2026 | 17:18 WIB
Selanjutnya
Wali Nagari Minangkabau Imhar menyerahkan hasil Musrenbang nagari kepada Kepala Baperlitbang Alfian Jamrah disaksikan Camat Yetriwel.

Mengenang Sejarah Nagari Minangkabau, Pemnag akan Bangun Museum Tanduk Kerbau

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara