PADANG, KLIKPOSITIF – Institut Teknologi Padang (ITP) kembali mengukuhkan guru besar bidang Teknik Sipil, Prof. Dr. Maidiawati, S.T., M.Eng. Rabu, 21 Februari 2024.
Pengukuhan ini bersamaan dengan Dies Natalis ITP yang ke 51 tahun 2024 yang dilakukan di Aula Kampus I ITP Jalan Gajah Mada Kandis Nanggalo Padang.
Rektor ITP, Dr Hendri Novrianto MT mengatakan, saat ini bertambah satu orang lagi guru besar untuk ITP. “Dan ini merupakan pencapaian luar biasa. Artinya, kita sudah memiliki dua orang profesor dari 82 dosen tetap ITP,”katanya.
Ia mengatakan, kedepan pihaknya akan menargetkan setiap tahun minimal mengukuhkan dua guru besar. “Dalam waktu dekat, akan ada satu lagi pengukuhan guru besar di Bidang Teknik Mesin. Saat ini sedang proses pengurusan,” katanya.
Ia menuturkan, Maidiawati guru besar yang ahli Bidang Struktur Beton Bertulang dan Dinding Masonry. Penelitian yang dilakukannya yakni model analitik dinding masonry untuk menentukan indeks seismik gedung beton bertulang.
“Penelitian sangat aplikatif di pakai masyarakat. Bisa digunakan untuk masalah bangunan tinggi maupun gedung sederhana silakan konsultasi ke ITP. Risetnya mulai dari gempa di sejumlah wilayah di Indonesia,” paparnya.
Dalam penelitian dan pengalaman gempa yang pernah terjadi dan kerugian yang ditimbulkan oleh kerusakan bagunan gedung, maka Maidiawati menyarankan asesmen kapasitas seismik untuk gedung eksisting di daerah rawan gempa sangat direkomendasikan. Terutama untuk gedung yang memiliki peranan penting dan gedung untuk pelayan umum seperti gedung sekolah, rumah sakit dan gedung lainnya.
“Jika bangunan tersebut memiliki nilai kapasitas seismik yang tidak memadai untuk daerah rawan gempa maka direkomendasikan untuk dilakukan perkuatan struktur dengan tujuan mencegah terjadi keruntuhan bangunan dan mencegah terjadinya korban jika terjadi gempa di masa yang akan datang,” jelasnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah X Afdalisma, SH, M.Pd mengatakan, pengukuhan terkait guru besar ini patut diacungi jempol.
“Kita mendorong dosen yang sudah bergelar doktor untuk segera mengurusnya menjadi guru besar. Sebab ini akan menjadikan contoh bagi dosen lainnya,” katanya.
Ia mengatakan ada tanggung jawab yang diemban mereka sebagai seorang guru besar. Manfaatkan ilmu mereka untuk membantu pemerintah maupun masyarakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Padang (YPTP), Ampri Satyawan mengatakan, di usia 51 tahun, ITP telah bertransformasi, berkiprah & berbakti di bidang pendidikan untuk negeri.
“Mulai dari sebuah lembaga pendidikan, bernama Kursus Ahli Teknik pada tahun 1972, yang kemudian bertransformasi menjadi Akademi Teknik Padang pada tahun 1973, serta meningkat menjadi STTP pada tahun 1989, dan pada akhirnya menjadi sebuah lembaga pendidikan yang lebih besar di bidang keteknikan yakni, ITP pada tahun 2002, dengan beberapa organisasi bisnis pendukung,” katanya.
Ia mengatakan, hari ini, menjadi momentum perenungan agung dari pemaknaan perjalanan tiada henti utk selalu berbuat terbaik bagi peradaban manusia, sebagaimana Allah SWT telah mengamanahkan kita sebagai Khalifah di muka bumi.
“Tentunya hal ini tidak terlepas dari jerih payah dari Bpk/Ibu para pendahulu, baik Pendiri (Bapak Achmad SB), para Pembina (mulai dari Bapak Achmad, Bp Masri Osman, hingga saat ini Bp Zulva M Uli Ras, Bapak Prof Jalius Jama, Bp Joni Bahar, dan Bapak Dharma Akhyuzi), selanjutnya Para Pengurus, Pengawas, Civitas Akademika, karyawan/ti yang saling bahu membahu menjalankan roda organisasi, sehingga makin berkembang saat ini,” jelasnya.
Melalui Tema Dies Natalis tahun 2024, “Bertumbuh Akademis, Berkembang Profesional”, hal itu di harapkan bisa menjadi refleksi dari implementasi tri dharma perguruan tinggi di kampus sehingga mampu mengoptimalkan dan menyelaraskan pelaksanaan tri dharma yg bernilai tambah, berdaya guna, dan berhasil guna, dg diiringi semangat “mutual understanding atau pemahaman bersama & kata kunci “tepat sasaran”.







