Pessel, Klikpositif – Pengerjaan rehab jalan nasional di jalur Padang-Painan-Kambang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat makan korban. Pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan di lokasi pengerjaan.
Diduga, jalur pengerjaan jalan di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional itu sangat minim rambu-rambu peringatan, sehingga pengendara kurang waspada terhadap kondisi jalan.
Salah seorang korban, Defri Putra (45) mengaku mengalami kecelakaan tunggal bersama anaknya usai menerobos jalan yang masih dalam perbaikan.
Peristiwa kecelakaan ini terjadi di daerah pengerjaan rehab jalan di kawasan Nagari Taluak, Kecamatan Batang Kapas, Selasa 21 Maret 2023, pagi.
“Ya, karena saya tidak tahu kondisi jalan, jadi rem mendadak dan ban motor slip. Akibatnya kami terjatuh,” ungkap Defri Putra saat ditemui Klikpositif, Rabu (22/3/2023).
Ia menyebut, saat kejadian ia tidak melihat adanya rambu-rambu tentang adanya pengerjaan jalan di lokasi.
“Tidak tampak (rambu-rambu), jadi rem mendadak. Karena jalan masih banyak kerikil,” jelasnya.
Meski mengalami kecelakaan, Defri Putra dan anaknya tidak sempat terluka parah. Hanya saja, anaknya mengalami gores di bagian kening dan terkilir di bagian tangan.
“Ya, ada gores. Tapi tidak terlalu parah,” terangnya.
Terpisah, PPK II Titik III, Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Nova Herianto saat dikonfirmasi mengaku, bakal segera menindaklanjuti.
Pihaknya mengaku, bakal memberikan teguran dan mengevaluasi penyedia jasa (kontraktor) dalam pelaksanaan jalan tersebut.
“Saya akan lakukan teguran, evaluasi terhadap penyedia jasa dalam proses pelaksanaan jalan ini. Kalau dirasa masih minim, kurang rambu-rambu yang diberikan,” tegasnya.
Ia menyebutkan, dalam pengerjaan jalan, penyedia jasa jalan harus memperhatikan dan memasang rambu-rambu dalam pengerjaan jalan.
“Jadi artinya, kepastian dari pengguna jalan segera melihat. Karena sifat rambu-rambu memperingatkan,” ujarnya.
Sementara itu, ketika ditanya soal tanggungjawab pihak kontraktor kepada korban, Nova mengaku tidak mengetahui ketentuannya.
Hanya saja, ia mengaku, jika ada kekurangan dan kelalaian pihak penyedia jasa dalam memasang rambu-rambu, makan akan dievaluasi dan diperbaiki.






