Sabtu, 07 Nov 2026 - 09:43 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Delapan Budayawan dan Seniman Terima Penghargaan

Anugerah Kebudayaan adalah penghargaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada individu kelompok dan atau lembaga yang dinilai berkontribusi pada kemajuan kebudayaan

redaksi
Selasa, 5 Okt 2021 | 21:11 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyerahkan penghargaan kepada Yus Dt Parpatiah

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyerahkan penghargaan kepada Yus Dt Parpatiah (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Delapan budayawan, seniman dan komunitas seni menerima Anugerah Kebudayaan Sumatera Barat 2021 dalam rangkaian Sidang Paripurna HUT ke-76 provinsi tersebut.

“Penghargaan ini diberikan kepada pejuang kebudayaan yang telah memberikan dampak positif terhadap peradaban daerah,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi dalam Rapat Paripurna di DPRD Prov. Sumbar, Jum'at (1/10/2021).

Anugerah Kebudayaan adalah penghargaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada individu kelompok dan atau lembaga yang dinilai berkontribusi pada kemajuan kebudayaan.

Baca Juga

Gubernur Sumbar Ajak Pemuda Rawat Persatuan dan Waspadai Ancaman Narkoba

Rabu, 28 Okt 2026 | 18:00 WIB

Sekda Sumbar Arry Yuswandi: NCH Pangian Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Nagari

Rabu, 21 Okt 2026 | 18:02 WIB

Pemberian anugerah itu adalah kali kedua yang dilakukan dalam sidang paripurna DPRD Sumbar. Sebelumnya Anugerah Kebudayaan juga diberikan pada 14 orang atau komunitas pada 2020.

Delapan orang yang mendapatkan Anugerah Kebudayaan 2021 masing-masing untuk kategori Maestro Yus Dt Parpatiah dan Rusli Marzuki Saria, kategori pelestari Mestika Zed dan Umar Malin Parmato sementara untuk kategori pencipta/pelopor/pembaharu diberikan kepada Edy Utama, Elly Kasim, Pramono serta kategori komunitas diberikan kepada Sanggar Bundo Kanduang.

Mahyeldi menyebut penghargaan tersebut juga bisa diberikan kepada tokoh yang telah meninggal dunia tapi tidak bisa lagi diberikan kepada tokoh yang telah pernah mendapatkan anugerah kebudayaan sebelumnya.

“Anugerah ini akan diberikan setiap tahun sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah daerah kepada pihak-pihak yang berkontribusi pada peradaban,” ujarnya.

Sebagai daerah yang berfalsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah adat dan budaya merupakan salah satu tiang yang harus terus dilestarikan.

Terkait peringatan HUT ke-76 Sumbar, Mahyeldi mengajak semua pihak untuk menjadikannya sebagai momentum untuk menyatukan langkah, bersinergi, berkolaborasi untuk menghadapi semua permasalahan.

“Dengan momentum ini semoga semangat kebersamaan itu bisa terealisasi untuk kebaikan Sumbar,” ujarnya.

Mahyeldi mengatakan dalam peringatan HUT Sumbar itu juga sengaja diundang sejumlah tokoh nasional dan budayawan untuk memberikan sumbang saran yang akan dijadikan pertimbangan dalam pembangunan daerah ke depan.

Tokoh-tokoh itu diantaranya Prof. DR Syafii Ma'rif yang merupakan tokoh asal Sumbar yang kiprahnya tidak saja di tingkat nasional tetapi juga internasional. Ia memberikan masukan tentang bagaimana filosofi ABS-SBK menghadapi tantangan zaman yang selalu berubah.

Prof. DR. Rokmin Dahuri, MS mantan Mentri Kelautan dan Perikanan serta Pakar Pertanian dan kelautan dari IPB yang memberikan pandangan dalam mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan Sumbar.

Kemudian Prof DR Helmi, MSc yang merupakan pertanian dari Unand yang memberikan pandangan untuk memaksimalkan potensi pertanian di daerah itu.

Yus Dt Parpatiah yang merupakan tokoh adat dan budayawan yang memberikan pandangan bagaimana adat bisa menghadapi tantangan zaman.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan dalam usia yang ke-76, masih banyak yang perlu dibenahi Sumbar karena kemiskinan masih cukup tinggi 6,56 persen, tingkat pengangguran terbuka 6,88 persen dan indeks daya saing daerah berada pada urutan terbawah dengan score 0,0208.

“Butuh usaha bersama untuk mewujudkan Sumbar Madani yang Sejahtera,” ujarnya.

Tags: BudayaGubernur SumbarHms-PemprovKebudayaanMahyeldi AnsharullahPemprov Sumbar

Berita Lainnya

Gubernur Sumbar Ajak Pemuda Rawat Persatuan dan Waspadai Ancaman Narkoba

Rabu, 28 Okt 2026 | 18:00 WIB

Sekda Sumbar Arry Yuswandi: NCH Pangian Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Nagari

Rabu, 21 Okt 2026 | 18:02 WIB

Pemprov Sumbar dan Polda Sepakat Perkuat Pengawasan Karhutla, Vasko Tegaskan Sumbar Harus Nol Titik Api

Rabu, 21 Okt 2026 | 10:57 WIB

Wagub Sumbar Minta Mitigasi Kabut Asap Diperkuat

Rabu, 21 Okt 2026 | 10:03 WIB
Selanjutnya
Wabup Agam Irwan Fikri

Jadi Narsum Webinar, Irwan Fikri Paparkan Strategi Penanganan COVID-19

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara