PADANG, KLIKPOSITIF — Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menilai, penerapan transaksi non-tunai memiliki dampak positif dan negatif.
Menurutnya, sisi positif transaksi non-tunai diantaranya mudah untuk diawasi, efisien dan tidak memerlukan biaya mahal. Kemudian dengan adanya transaksi non-tunai tersebut juga akan mencegah beredarnya uang palsu di tengah masyarakat.
“Perkembangan teknologi ini ada dampak positif dan negatifnya, tapi jika tidak diikuti maka kita akan ketinggalan,” kata Nasrul Abit saat membuka kegiatan pelantikan kepengurusan lembaga Media Siber di Hotel Pangeran Beach Padang, Kamis 23 November 2017.
Ia mengatakan, dalam tatanan pemerintahan perkembangan transaksi sejak dilakukannya penandatanganan komitmen transaksi non-tunai bersama seluruh bupati/wali kota di ruang rapat Bank Indonesia (BI) Sumbar, beberapa waktu lalu sudah mulai diterapkan.
“Mulai 1 Januari 2018, seluruh kabupaten/kota di Sumbar berkomitmen untuk merealisasikan transaksi non-tunai dalam setiap penggelolaan ataupun transaksi keuangan. Sekarang juga telah dimulai,” bebernya.
Disisi negatif jelasnya, dengan adanya transaksi non-tunai tersebut akan merugikan beberapa pihak, seperti banyak tenaga kerja yang kehilangan lapangan pekerjaan. Contohnya dalam pembayaran tol, sekarang para pekerja yang bekerja petugas di pintu tol kehilangan pekerjaannya.
“Juga, tidak semua melek dengan dengan teknologi. Mereka itu akan kesulitan dalam transaksi,” ungkap wagub.
Namun jika dilihat perkembangan transaksi online pun sudah berlangsung di tengah masyarakat. “Naik Trans Padang sudah bisa bayar non-tunai,” ucap wagub.
[Joni Abdul Kasir]





