Senin, 31 Agu 2026 - 18:28 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Cerita Pengusaha Otomotif di Pasbar yang Kembangkan Kapulaga dari Hasil Sawit

Harga buah kapulaga yang kering saat ini mencapai Rp175.000 per kilogramnya

redaksi
Sabtu, 4 Jul 2020 | 13:00 WIB
Tanaman Kapulaga

Tanaman Kapulaga (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

PASBAR, KLIKPOSITIF – Kapulaga (gardamunggu) adalah salah satu jenis rempah yang masih famili dengan jahe, namun menghasilkan buah bukan rimpang seperti tanaman jahe.

Menurut Mahlil Usman seorang pengusaha otomotif asal Pasaman Barat yang saat ini merambah usaha ke dunia pertanian mengatakan, hasil tanaman kapulaga jika dibandingkan hasilnya dengan tanaman sawit bisa mencapai 10 kali lipat lebih menguntungkan.

Sebelumnya lahan yang dimilikinya ditanami tanaman sawit kemudian beralih ke tanaman serai wangi dan kini membudidayakan tanaman rempah kapulaga, karena dinilai lebih menjanjikan.

Pria kelahiran Nagari Talu ini telah membuka seluas 9 hektare dari 30 hektare lahan yang dicadangkan di Kecamatan Talamau, Pasaman Barat. Ia mengembangkan kapulaga karena menilai lebih menjanjikan dibandingkan dengan hasil kelapa sawit.

“Harga buah kapulaga yang kering saat ini mencapai Rp175.000 per kilogramnya. Untuk produksinya pun cukup bagus dengan perawatan yang tidak terlalu rumit,” katanya.

Malil menjelaskan, buah kapulaga berbentuk polong dan berada di atas permukaan tanah dengan memiliki bentuk kecil. Buah nya digunakan sebagai bumbu untuk membuat masakan tertentu dan sebagai tanaman obat seperti dalam pembuatan jamu atau obat herbal.

Ia sangat optimis tanaman kapulaga ini dikembangkan di Pasaman Barat dan telah menarget pada Desember 2020 mendatang dapat menanam kapulaga di seluruh lahan yang telah dicadangkan seluas 30 hektare.

Sejumlah tenaga ia pekerjakan di lahan tersebut. Sehingga membuka peluang untuk bekerja pada warga sekitar. Dalam waktu seminggu, sekitar 20 orang tenaga harian dengan pengeluaran upah karyawan mencapai Rp10juta sampai Rp15juta.

Disamping itu, Mahlil juga menyediakan bibit dan siap memberi edukasi tentang tatacara budi daya kapulaga, bagi petani yang berminat mengembangkan kapulaga ini.

“Kita juga menyediakan bibit tersebut dengan kualitas bagus dengan harga terjangkau,” kata Pengusaha otomotif dan politisi dari Partai Golkar itu.

Mahlil juga menerangkan, tanaman kapulaga tumbuh baik pada kondisi ternaungi dengan kondisi tanah yang subur dan gembur. Sebelum ditanam hendaknya terlebih dahulu dipersiapkan pohon pelindung.

Baca Juga

Sinergi Hangat, Pimpinan BRI Simpang Empat Beri Kejutan Ulang Tahun untuk Sekda Pasaman Barat

Kamis, 2 Apr 2026 | 17:57 WIB

Momen Ramadan, DPC Partai Gerindra Pasaman Barat Santuni Anak Yatim

Sabtu, 14 Mar 2026 | 20:44 WIB

“Tanaman kapulaga ini harus dilindungi, agar tidak full cahaya matahari yang hendaknya terlindung sekitar 25 persen terkena sinar matahari,” jelasnya.

Pohon pelindung juga dapat berupa pohon sengon, kelapa, petai dan sebagainya. Adapun jarak tanam 1×2 meter, 1,5×2 meter atau 1×2,5 meter.

Sebelum ditanam harus dipersiapkan lubang tanam dengan ukuran 30-30×30 centimeter. Bibit berupa anakan ditanam seminggu setelah tanah dicampur pupuk kandang sebanyak 0,5 kilogram per lubang tanam.

Sedangkan untuk panen kapulaga dilakukan setelah tanaman berumur jelang 1 tahun sampai 2 tahun hingga umur 10 sampai 15 tahun. Buah kapulaga berbentuk bulat berukuran 1 centimeter yang bergerombol di atas permukaan tanah, jumlahnya berkisar 10 sampai 20 buah pergerombol.

Buah yang dipanen dipipil (dilepas dari tangkai atau dompolannya), selanjutnya buah dibersihkan kotorannya dan dicuci. Setelah itu, diletakan pada tampah atau tempat lainnya, untuk siap dijemur.

Buah yang sudah bersih dijemur hingga kering pada sinar matahari lalu dipasarkan. Untuk pemasaran ini, ia sendiri siap menampung dan membeli dari hasil petani kapulaga,” terang pengusaha yang penah menimba ilmu sosial ekonomi pertanian itu.

Tags: Pasaman BaratPasbar

Berita Lainnya

Sinergi Hangat, Pimpinan BRI Simpang Empat Beri Kejutan Ulang Tahun untuk Sekda Pasaman Barat

Kamis, 2 Apr 2026 | 17:57 WIB

Momen Ramadan, DPC Partai Gerindra Pasaman Barat Santuni Anak Yatim

Sabtu, 14 Mar 2026 | 20:44 WIB

Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Pasbar Terimbas Banjir Bandang

Rabu, 10 Des 2025 | 13:53 WIB

Pasca longsor di Pasbar, Akses Simpang Empat-Talu Sudah Bisa Dilalui

Rabu, 10 Des 2025 | 10:29 WIB
Selanjutnya
Salah Satu Bekas Markas Syafruddin Prawiranegara

Tidak Terawat, UMSB Rencana Bangun Replika Markas Syafruddin Prawiranegara di Koto Tinggi Limapuluh Kota

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara