KLIKPOSITIF – Mendengar ada informasi balita kurang gizi, Bupati Pasaman Welly Suhery langsung turun membesuk balita kurang (karbohidrat) di ruang rawatan anak RSU Tuanku Imam Bonjol di Lubuk Sikaping, Jumat (22/8).
Pada kunjungan itu, Bupati Welly Suhery didampingi istri Ny. Lusi Welly Suhery sekaligus Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Pasaman tanpak begitu terharu dan bersimpati melihat penderitaan Balita kekurangan karbohidrat. Balita ini anak dari Lisna Yanti, warga Kampung Sumur Nagari Sitombol, Kecamatan Padang Gelugur yang telah dirawat selama beberapa hari sejak di Puskesmas Tapus Padang Gelugur hingga dibawa ke RSU Tuanku Imam Bonjol itu.
“Pada waktu datang, kondisi Balita memang sudah kritis, bintik-bintik merah pada kulit sebelumnya, sampai di RSU Tuanku Imam Bonjol ini karena dianjurkan untuk dirawat disini. Kita tentu sangat prihatin dengan kondisi ini,” ujar Bupati Welly Suhery.
Berawal dari sebelumnya kondisi Balita adanya bintik-bintik di wajah, sang orangtua membawa anaknya ke Puskesmas terdekat di Padang Gelugur. Namun, setelah upaya pengobatan di Puskesmas belum pulih, dokter Puskesmas menyarankan untuk diobati di RSU Tuanku Imam Bonjol agar penanganannya lebih intensif.
Sejak di RSU Tuanku Imam Bonjol, melihat kondisi anak tersebut yang sangat kritis, pihak rumah sakit menyarankan untuk dirawat inap, yang nanti bisa ditangani oleh dokter spesialis.
“Kita minta agar pasien in diberikani perhatian khusus untuk penanganannya. Dengan adanha penanganan khusus mudah-mudahan cepat pulih kembaliβ harapnya.
Sementara itu orang tua pasien, Lisna Yanti, mengaku sungguh tidak menyangka, bahwa bupati akan peduli dengan datang berkunjung ke ruang Perawatan anak tempat anaknya dirawat.
“Saya sempat terkejut melihat sosok Bupati dan istri yang tiba-tiba sudah ada disamping anak saya yang terbaring. Perasaan saya bercampur, saya sangat senang dan berterima kasih sekali atas kunjungan bapak Bupati,” ucap Lisna Yanti.
Dokter spesialis anak yang menangani pengobatan balita tersebut, Hamdi, SpA menjelaskan bahwa melihat kondisi dari berat badan dan tinggi pasien yang hanya mempunyai 2 kg, sementara umurnya sudah mencapai 6 bulan. Hal ini tentu dikatakan anak ini kekurangan gizi, selain juga diduga kekurangan protein.
Dikatakan Hamdi, upaya penanganan sudah dilakukan dengan maksimal dengan kondisi kurang protein. βKita tambahkan protein dan HB-nya kurang, kita akan juga transfusikan darah sehingga dapat memulihkan pasienβ. Jelas Hamdi. **







