KLIKPOSITIF – Bupati Pasaman Welly Suhery menginstruksikan seluruh camat dan wali nagari serta stakeholder terkait untuk meningkatkan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah masing-masing.
“Kita menghimbau kepada seluruh camat, wali nagari dan serta stakeholder melakukan pencegahan Karhutla,” kata Welly Suhery. Senin (4/8).
Kegiatan juga dihadiri Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunthe, Sekda Pasaman Silvia Evayanti, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Teddy Martha, Plt. Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Muhammad Yasrin Syaputra, Kadis DPM Hasrizal, Plt. Kalaksa BPBD Pasaman Dedi, dan Kabid BPBD.
Antisipasi dan kewaspadaan terhadap terjadinya kebakaran hutan penting dilakukan, mengingat kondisi cuaca akhir ini sering tidak menentu. Apalagi potensi kebakaran hutan memungkinkan terjadi, untuk itulah perlu dilakukan kewaspadaan dan antisipasi.
Welly Suhery juga mengatakan, penanganan terhadap maraknya kebakaran hutan dan lahan sekaligus mencari solusi terhadap pencegahan kebakaran ini perlu dilakukan. Hal ini merupakan salah satu langkah kepedulian pemerintah daerah terhadap pelestarian alam dan lingkungan. Ujarnya.
Dalam tanya jawab Bupati dengan Camat dan Wali Nagari, beberapa Camat menjelaskan, di antaranya Camat Mapat Tunggul Selatan, bahwa kebakaran yang terjadi berada di lahan produktif, seperti coklat, jagung, dan serai wangi. Tentunya kebakaran bukan dilakukan dengan sengaja, mengingat lahan tersebut merupakan kebun rakyat yang sedang menghasilkan.
Selain itu, Camat juga menjelaskan terkait dengan adanya permohonan masyarakat untuk memperluas lahan perkebunan dengan jalan membakar, mengingat hanya hasil kebun tersebut merupakan sumber mata pencarian masyarakat. Hal ini menjadi persoalan yang sangat kompleks. Ungkapnya.
Bupati menegaskan, kepada seluruh Camat dan Wali Nagari, mengingat Pasaman merupakan daerah yang sangat rawan terhadap terjadinya kebakaran terutama lahan. Untuk itu, kepada pihak terkait bisa mencari solusi terhadap permasalahan yang ada.
Termasuk Bupati mengimbau agar seluruh aparatur pemerintah daerah turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan sosialisasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Ia juga meminta agar masyarakat turut berperan aktif melaporkan kepada perangkat nagari, kecamatan, maupun aparat penegak hukum jika menemukan indikasi pembakaran lahan secara sengaja.
“Kita berharap melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, potensi karhutla di Kabupaten Pasaman dapat diminimalkan bahkan di antisipasi sejak dini” ujarnya.**







