PASBAR, KLIKPOSITIF – Bupati Pasaman Barat Hamsuardi menyebut masih banyak kejanggalan dan ketimpangan dalam dunia pendidikan. Hal itu ditemukannya saat sosialisasi dengan masyarakat.
“Selama kampanye kemaren, banyak keluhan dari masyarakat terkait masalah pendidikan ini kita terima. Kita targetkan tidak ada lagi pungutan kedepannya,” sebut Hamsuardi diruang kerjanya, Senin (1/3/2021).
Menurutnya pungutan-pungutan yang terjadi melalui komite sekolah sangat membebani wali murid. Sehingga akan mempengaruhi mutu pendidikan sekolah itu sendiri.
Oleh karena itu Bupati Hamsuardi, akan melaksanakan program unggulan yakni pendidikan gratis dan kesehatan gratis yang dapat menjangkau hingga pelosok nagari (desa).
Pihaknya menargetkan tidak ada lagi pungutan selama pelaksanaan pendidikan di tingkat TK, SD, dan SMP. Ketiga tingkatan sekolah ini yang merupakan wewenang Pemerintah Pasaman Barat untuk menertibkan.
Artinya dijelaskan Hamsuardi, tidak ada lagi pungutan sekecil apa pun dan tidak ada lagi ada rapat-rapat komite dalam rangka untuk memungut biaya pembuatan pagar, pengadaan buku atau sejenis lainnya.
“Tidak zaman nya lagi ada pungutan-pungutan dalam dunia pendidikan. Masih banyak kekurangan dan kejanggalan yang kita temukan dalam ketimpangan pendidikan didaerah ini,” katanya.
“Kita tidak ingin mendengar ada keluhan masyarakat lagi, tentang anak nya yang tidak bisa mengikuti ujian atau menerima rapor karena belum membayar uang pembangunan atau uang lainnya,” sambungnya.
Ia juga mengharapkan agar sinergitas Forum Kominikasi Pimpinan Daerah (Fokopimda) Pasaman Barat terus terjalin, sehingga bisa saling bersinergi dalam membangun daerah tersebut.
“Terima kasih telah bersama menjaga Pasaman Barat selama ini. Kita ingin mensejahterakan masyarakat, tentu untuk itu perlu kerjasama bersama dalan mewujudkan impian masyarakat kedepannya,” tutupnya.
Untuk diketahui, Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat baru saja dilantik bersama kepala daerah lain hasil Pilkada 2020 oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah pada Jumat (26/2) di Auditorium Gubernuran Sumbar di Padang.







