KLIKPOSITIF – Kota Bukittinggi memiliki sejarah panjang dalam lahirnya Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia.
Dari daerah inilah cikal bakal polwan terbentuk, hingga akhirnya hari ini daerah tersebut patut bersyukur karena seorang Polwan resmi menjabat Kapolres setempat untuk pertama kalinya.
Polwan yang beruntung tersebut adalah AKBP Wahyuni Sri Lestari,SIK.
Ia resmi menjadi Kapolres Bukittinggi setelah serah terima jabatan di Polda Sumbar, berdasarkan surat telegram Kapolri No ST/1214/VI/KEP./2022.
Hal ini juga momentum mengingat kembali 6 Polwan pertama di Indonesia yang menjadi tonggak sejarah mulai tahun 1948
Sejarah Polwan Inisiatif Organisasi Wanita di Bukittinggi
Pada awal tahun 1948, terdapat kesulitan-kesulitan pada pemeriksaan korban, tersangka ataupun saksi wanita terutama pemeriksaan fisik untuk menangani sebuah kasus.
Hal tersebut mengakibatkan polisi sering kali meminta bantuan para istri polisi dan pegawai sipil wanita untuk melaksanakan tugas pemeriksaan fisik.
Organisasi wanita dan organisasi wanita Islam di Bukittinggi berinisiatif mengajukan usulan kepada pemerintah agar wanita ikutserta dalam pendidikan kepolisian untuk menangani masalah tersebut.
Cabang Djawatan Kepolisian Negara untuk Sumatera yang berkedudukan di Bukittinggi memberikan kesempatan mendidik wanita-wanita pilihan untuk menjadi polisi.
Pada tanggal 1 September 1948 secara resmi disertakan 6 (enam) siswa wanita yaitu:
- Mariana Saanin
- Nelly Pauna
- Rosmalina Loekman
- Dahniar Sukotjo
- Djasmainar
- Rosnalia Taher
Mereka mulai mengikuti pendidikan inspektur polisi bersama dengan 44 (empat puluh empat) siswa laki-laki di SPN Bukittinggi.
Sehingga sejak saat itu tanggal 1 September dperingati sebagai hari lahirnya polisi wanita (Polwan).
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 19 Desember 1948 meletus agresi militer Belanda ke II.
Menyebabkan pendidikan inspektur polisi di Bukittinggi terhenti.
Pada tahun 1950, setelah adanya pengakuan kedaulatan terhadap Indonesia, pada tanggal 19 Juli 1950 ke enamΒ calon inspektur polisi wanita (polwan) kembali dilatih di SPN Sukabumi.
Pada tanggal 1 Mei 1951 ke enam calon inspektur polwan berhasil menyelesaikan pendidikan dan mulai bertugas di Djawatan Kepolisian Negara dan Komisariat Polisi Jakarta Raya.






