Selasa, 01 Sep 2026 - 00:19 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Bio Farma dan Kemenkes Berkontribusi pada World Health Assembly (WHA) ke-76 di Jenewa, Swiss

Muhammad Haikal
Kamis, 25 Mei 2023 | 14:11 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF — Bio Farma menjadi bagian dalam World Health Assembly (WHA) ke-76 (WHA76) dengan tema WHO at 75: Saving lives, driving health for all berlangsung 21-30 Mei 2023 di Jenewa, Swiss yang diselenggarakan oleh World Health Organization (WHO).

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir menyampaikan, Bio Farma sebagai bagian dari delegasi dari Kementerian Kesehatan RI berkontribusi secara rutin pada kegiatan tahunan WHA.

”Bio Farma setiap tahunnya rutin mengikuti kegiatan WHA untuk turut memberikan kontribusi bersama delegasi dari seluruh negara anggota WHO untuk merancang agenda kesehatan dalam memperkuat keamanan kesehatan masyarakat global,” ungkap Honesti.

Sementara itu, mewakili Bio Farma, Project Integration Manager Pengembangan Translasi Produk Life Science, Neni Nurainy, menyampaikan berbagai perkembangan vaksin di Bio Farma, termasuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pengembangan teknologi mRNA dalam bentuk wawancara rekaman video yang dilakukan pada pertemuan WHO/Medicine Patent Pool (MPP) Technology Transfer Program tanggal 17-21 April di Cape Town, Afrika Selatan.

Pada pertemuan WHO/MPP Technology Transfer Program, setiap perwakilan negara penerima teknologi mRNA (Spoke) dari WHO/MPP menyampaikan capaian terkait program pengembangan mRNA di masing-masing negara. Terdapat 15 negara penerima teknologi mRNA dari WHO/MPP.

”Bio Farma saat ini bekerjasama dengan Universitas Manchester, Inggris dalam penguasaan basis know how terkait mRNA. Di samping itu delegasi Indonesia dari Bio Farma telah mendapat pelatihan dari mRNA Technology Transfer Hub yaitu Afrigen, Afrika Selatan di April 2022. Bio Farma dan beberapa negara Spoke telah menerima Introductory Package dari WHO/MPP untuk establishment teknologi mRNA pada skala Riset dan Pengembangan ,” papar Neni.

Selain itu, Neni menyampaikan, mRNA program yang saat ini berjalan di Bio Farma menggunakan Covid-19 sebagai model penyakit. Terdapat berbagai target penyakit untuk pengembangan vaksin yang direncanakan diantaranya Tuberculosis (TB), dengue, Malaria yang merupakan penyakit yang masih menjadi kendala kesehatan di Indonesia. Pada kesempatan pertemuan di Cape Town, Bio Farma menyampaikan kerjasama antara Akademisi, Business & Government, termasuk dukungan pemerintah RI dalam bentuk dana Penanaman Modal Negara (PMN) untuk fasilitas Pilot scale mRNA.

Di sisi lain, sesi World Health Assembly tahun ini akan menentukan masa depan WHO dalam waktu dekat dan jangka panjang. Terlebih, dunia menghadapi keadaan darurat kesehatan dan kemanusiaan yang sedang berlangsung. Maka dari itu, adanya rapat kesehatan World Health Assembly ke-76 akan lebih berfokus pada mendorong kesehatan untuk semua.

Baca Juga

Employee Engagement: Bio Farma Libatkan Karyawan Lestarikan Lingkungan melalui Program “Bottle Exchange with Plants”

Kamis, 20 Jul 2023 | 14:20 WIB

Perluas Peluang Potensi Kerjasama Global: Bio Farma Teken MoU dengan Perusahaan Kenya

Jumat, 14 Jul 2023 | 16:54 WIB

Dari jalannya sidang di 22 Mei 2023, Negara-negara Anggota menyetujui Anggaran Program WHO untuk 2024-2025, berkomitmen untuk meningkatkan 20% dari kontribusi yang dinilai (biaya keanggotaan). Delegasi juga akan membahas tentang peran penting yang dimiliki WHO dalam Arsitektur Darurat Kesehatan Global.

WFA merupakan badan pengambil keputusan WHO. Sidang ini dihadiri oleh delegasi dari seluruh negara anggota WHO dan berfokus pada agenda kesehatan tertentu yang disiapkan oleh Dewan Eksekutif. WFA diselenggarakan untuk menentukan kebijakan Organisasi, menunjuk Direktur Jenderal, mengawasi kebijakan keuangan, dan meninjau serta menyetujui anggaran program yang diusulkan.

Tags: Bio Farma

Berita Lainnya

Employee Engagement: Bio Farma Libatkan Karyawan Lestarikan Lingkungan melalui Program “Bottle Exchange with Plants”

Kamis, 20 Jul 2023 | 14:20 WIB

Perluas Peluang Potensi Kerjasama Global: Bio Farma Teken MoU dengan Perusahaan Kenya

Jumat, 14 Jul 2023 | 16:54 WIB

Bio Farma Ajak Perempuan di Kalimantan Tengah Cegah Kanker Serviks

Jumat, 14 Jul 2023 | 12:16 WIB

Sambut HUT ke-133 ,Bio Farma Gelar Lomba Foto dan Video Kreatif Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

Kamis, 13 Jul 2023 | 20:46 WIB
Selanjutnya

Wako Genius Umar Apresiasi Pilar-pilar Sosial Kota Pariaman

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara