KLIKPOSITIF – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzil menyatakan potensi kenaikan biaya haji tahun ini memang tidak dapat terhindarkan.
.“Memang tidak dapat tergindarkan karena item-itemnya juga bertambah,” Katanya dalam pers dari laman Parlementaria, Jakarta (18/2/2022).
Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) atau biaya haji reguler tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi tahun ini sebesar Rp45.053.368 juta per jemaah.
Komponen BPIH itu meliputi biaya penerbangan, biaya hidup selama di Arab Saudi.
Sebagian biaya akomodasi di Mekkah dan Madinah, biaya visa, serta biaya tes PCR di Arab Saudi.
Ace juga mengingatkan Panitia Kerja (Panja) BPIH harus mempersiapkan kemungkinan jika pemerintah Saudi memberikan kesempatan kepada bangsa Indonesia untuk memberangkatkan calon jamaah haji.
Panja harus membuat berbagai skenario dan skema perjalanan yang ada pada pemerintah Saudi.
“Asumsinya kalau proses persiapan haji secara normal, seharusnya normal 5 Juni sudah berangkat,” jelasnya.
“Kami harus mempersiapkan terutama biaya perjalanan ini,” ucap politisi Partai Golkar ini.
Ace melanjutkan, panja akan menentukan biaya haji bagi calon jemaah dan biaya yang berasal dari dana optimalisasi haji pada BPKH.
“Kemudian juga singkronkan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia,” jelasnya.
Ace mengatakan, biaya perjalanan akan diumumkan apabila ada kepastian keberangkatan.
“Mudah-mudahan ada ruang bagi calon jemaah haji untuk pelunasan BPIH,” harap Ace.







