Jumat, 28 Agu 2026 - 08:25 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Berusia 236 Tahun, Ini Sejarah Kota Bukittinggi Dari Nagari Hingga Jadi Kota Penting di Sumatera

Zaman Belanda hingga awal kemerdekaan, Bukittinggi terus berkembang menjadi kota penting di Sumatera maupun Indonesia.

redaksi
Selasa, 22 Des 2020 | 10:26 WIB
Jam Gadang Bukittinggi

Jam Gadang Bukittinggi (Haswandi)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Dahulunya Bukittinggi merupakan sebuah Nagari yang bernama Kurai V Jorong.

Dikutip dari Boekittinggi Tempo Doeloe karya Zulqayyim, penduduk awal Kurai V Jorong berasal dari perpindahan Ninik Mamak Pariangan, Tanah Datar (kaki Marapi sebelah selatan. Total yang pindah sebanyak 13 Ninik.

Awalnya mereka mengitari kaki Marapi arah timur, lalu berbelok arah utara. Disini, mereka “manaruko” sebuah pemukiman awal yang dinamakan Koto Jolang.

Koto Jolang, kemudian dikembangkan oleh 13 Ninik itu, sehingga jadilah sebuah perkampungan pertama yang diberi nama sesuai jumlah mereka yakni Joronh Tigo Baleh.

Selanjutnya, mereka berpencar dan mendirikan 4 Jorong lagi sehingga membentuk sebuah nagari yang disebut Kurai.

Penduduknya pun disebut Urang Kurai, selanjutnya terjadi perkembangan dengan pendirian sejumlah pasar di bukit paling tinggi yakni Bukit Kubangan Kabau.

Sebab ini bukit paling tinggi, maka bernamalah daerah ini dengan Bukittinggi hingga sekarang.

Zaman Belanda hingga awal kemerdekaan, Bukittinggi terus berkembang menjadi kota penting di Sumatera maupun Indonesia.

Bukitinggi sempat menjadi ibukota provinsi Sumatera Tengah maupun Ibukota Indonesia zaman PDRI.

Baca Juga

Taman Depan DPRD Bukittinggi Dipercantik, Tambah Estetik Kota

Rabu, 26 Agu 2026 | 16:52 WIB

Asril Serahkan Bantuan Perlengkapan Sanggar di Bukittinggi

Selasa, 25 Agu 2026 | 09:46 WIB

Pada tahun 1988, Pemko Bukittinggi memutuskan 22 Desember 1784 sebagai awal mula berdirinya kota.

Tanggal ini, disebut memenuhi kriteria historis dari Bukittinggi dan hari ini, Bukittinggi genap berusia 236 tahun.

Sumber: Katasumbar.com

Tags: BukittinggidaerahJam GadangNasionalSejarahSumbar

Berita Lainnya

Taman Depan DPRD Bukittinggi Dipercantik, Tambah Estetik Kota

Rabu, 26 Agu 2026 | 16:52 WIB

Asril Serahkan Bantuan Perlengkapan Sanggar di Bukittinggi

Selasa, 25 Agu 2026 | 09:46 WIB

20 Sanggar Ramaikan Festival Anak Nagari Pintu Kabun Bukittinggi

Selasa, 25 Agu 2026 | 09:26 WIB

Jalan Santai Hingga Hiburan Rakyat Warnai Peringatan HUT Ke-25 Partai Demokrat di Bukittinggi

Minggu, 23 Agu 2026 | 21:52 WIB
Selanjutnya
Ilustrasi

Kemenag Terbitkan Tiga Peraturan Tentang Pesantren, Ini Isinya

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara